KBEONLINE.ID KARAWANG – Jalan Tuparev menjadi salah satu kawasan yang menyimpan jejak panjang perkembangan Kota Karawang sejak masa kolonial Belanda. Di tengah hiruk pikuk pusat kota saat ini, kawasan tersebut dulunya merupakan jalur transportasi trem sekaligus pusat perdagangan masyarakat Tionghoa yang membentuk kawasan pecinan di Karawang tempo dulu.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Karawang, Obar Subarja, mengatakan Jalan Tuparev merupakan salah satu ruas jalan tertua di pusat Kota Karawang yang dibangun pada abad ke-19 pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
“Kalau Jalan Tuparev itu merupakan salah satu jalan tertua yang dibangun Belanda di pusat Kota Karawang. Pembangunannya diperkirakan berlangsung sekitar abad ke-19,” ujar Obar, Kamis (21/5).
Baca Juga:Pemilihan BPD Sukadami untuk Keterwakilan Perempuan Tuntas, Leilanda Jadi Peraih Suara TerbanyakRekomendasi Hatchback Bekas Rp100 Jutaan yang Nyaman dan Irit untuk Harian
Ia menjelaskan, sebelum Jalan Tuparev dibangun, Karawang telah lebih dulu memiliki jalur peninggalan kerajaan yang dikenal sebagai jalur Pajajaran atau Highway Pajajaran. Jalur tersebut membentang dari wilayah Karawang menuju Purwakarta, Wanayasa, Tomo hingga Kawali.
Menurut Obar, pada 1914 nama Jalan Tuparev belum digunakan. Saat itu, ruas jalan tersebut tercatat sebagai Grootpostweg van Batavia naar Krawang, bagian dari jalur pos besar yang menghubungkan Batavia dengan Karawang pada era kolonial.
Keberadaan jalan tersebut tergambar dalam Peta Topografi Karawang tahun 1914. Dalam peta itu, kawasan pusat kota telah menunjukkan perkembangan infrastruktur berupa jalur utama, rel kereta api, hingga permukiman di sekitar wilayah yang kini dikenal sebagai Tuparev dan Pasar Lama.
Peta tersebut juga memperlihatkan kawasan “Krawang Koelon” dan “Krawang Wetan” yang dipisahkan oleh aliran sungai. Jalur rel kereta tampak melintasi pusat kota lama dan terhubung dengan kawasan perdagangan, sementara sebagian besar area lainnya masih didominasi lahan terbuka serta perkebunan.
“Sejak dulu pusat kota berkembang di sekitar jalur perdagangan dan rel kereta. Karena itu kawasan Tuparev, Pasar Lama, hingga pecinan menjadi pusat aktivitas masyarakat pada masa itu,” katanya.
Selain dikenal sebagai kawasan kota lama, Jalan Tuparev juga memiliki nilai historis sebagai jalur transportasi trem pada masa kolonial Belanda.
