KBEonline.id – Momen Idul Adha identik dengan berbagai olahan daging kurban yang menggugah selera mulai dari daging kambing dan sapi. Tetapi, konsumsi daging merah berlebihan bisa memicu kolesterol, hipertensi, hingga asam urat. Lantas, bagaimana cara mengonsumsi daging kurban tanpa khawatir memicu penyakit? Simak selengkapnya.
Spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, ada beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai ketika banyak mengonsumsi daging pada hari raya kurban.
“Yang harus diwaspadai adalah terjadinya hipertensi, mungkin peningkatan asam urat, penyakit asam urat, dan kadang-kadang ada beberapa kasus peningkatan kolesterol,” kata dr Aru.
Baca Juga:WNA Asal Korea Selatan Ditemukan Tewas di Tambun Selatan, 6 Saksi DiperiksaGolkar Kabupaten Bekasi Salurkan Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian dan Soliditas Partai
Terlalu banyak garam saat mengonsumsi daging juga akan menyebabkan gangguan-gangguan, terutama pada orang-orang dengan kondisi tertentu, seperti pengidap diabetes, hipertensi, hingga kolesterol. Untuk terhindar dari masalah kolesterol hingga asam urat, asupan daging kurban perlu diperhatikan.
“Konsepnya adalah yang penting jangan berlebih, makan seperti biasa, jangan berlebih, kemudian bagaimana cara memasaknya,” kata dr Aru.
“Mungkin jangan terlalu asin, jangan dibuat dalam bentuk yang berlemak,” tambahnya.
dr Aru menuturkan, hidangan dalam bentuk rendang, misalnya, bukan berarti tidak baik, namun dalam bentuk terlalu banyak santan, terlalu berlemak dan berminyak. Hal ini bisa menyebabkan gangguan-gangguan, terutama gangguan metabolik, seperti kolesterol yang meningkat, asam urat, ataupun hipertensi.
“Makan seperti biasa, jangan berlebih. Jika tidak mungkin karena kita punya gangguan, ya jangan dimakan, seperti itu,” tambahnya. (bbs/dtc)
