Meski terus menekan PSG belum benar benar mampu menciptakan peluang yang membahayakan. Dominasi penguasaan bola terasa sia sia karena lini belakang Arsenal tampil sangat solid dan disiplin. Setiap upaya yang dibangun selalu berhasil dimentahkan sebelum menjadi ancaman serius.
Safonov Sempat Bikin Pendukung PSG Ketar Ketir
Drama kembali terjadi pada menit ke dua puluh enam ketika pendukung PSG dibuat panik oleh insiden yang melibatkan penjaga gawang mereka Matvei Safonov. Situasi bermula dari serangan cepat Arsenal melalui sisi kanan lapangan yang mencoba menekan pertahanan lawan.
Bukayo Saka melepaskan umpan silang mendatar yang sangat berbahaya ke arah Leandro Trossard di depan gawang. Melihat situasi tersebut Safonov langsung bergerak cepat meninggalkan sarangnya untuk mengamankan bola sebelum disambar pemain Arsenal.
Baca Juga:Rekomendasi Wisata Keluarga di Sukabumi! Kunjungi Desa Adat Kasepuhan Gelar Alam di Gunung Halimun SalakHidden Gem Jonggol yang Lagi Ramai Diburu! Curug Niagara Cadas Panjang Punya Air Jernih dan Cocok Buat Healing
Namun dalam momen yang berlangsung sangat cepat Safonov justru mengalami benturan cukup keras dengan rekan setimnya sendiri Marquinhos. Kedua pemain saling bertabrakan saat mencoba menghalau ancaman di depan gawang. Suasana stadion langsung berubah tegang karena Safonov sempat terkapar di lapangan.
Tim medis PSG segera masuk untuk memberikan perawatan sementara para pemain terlihat cemas menunggu kondisi sang kiper. Beruntung setelah mendapat penanganan Safonov mampu berdiri dan melanjutkan pertandingan. Sorakan lega dari pendukung PSG pun terdengar karena mereka hampir kehilangan pemain penting di laga sebesar final.
Arsenal Bertahan Total PSG Frustrasi di Babak Pertama
Memasuki akhir babak pertama PSG semakin agresif dalam membangun serangan. Mereka mencoba berbagai cara mulai dari umpan pendek hingga bola panjang ke area pertahanan Arsenal. Intensitas pertandingan pun semakin meningkat karena PSG tidak ingin tertinggal lebih lama.
Meski begitu Arsenal tetap bermain dengan disiplin yang luar biasa. Barisan pertahanan mereka berdiri sangat rapat dan nyaris tidak memberikan ruang bagi para pemain PSG untuk bergerak bebas. Bahkan beberapa kali seluruh pemain Arsenal terlihat berada di area pertahanan sendiri demi menjaga keunggulan.
PSG memang unggul dalam penguasaan bola namun mereka terlihat kesulitan menciptakan peluang emas. Kreativitas di lini depan seperti menghilang karena rapatnya pertahanan Arsenal membuat setiap serangan terasa mentah sebelum mencapai target.
