Napas Baru untuk Surili, Primata Mungil Berambut Abu-abu,  Jaga ‘Sang Mandat’ Hutan Gede Pangrango dari Punah

primata mungil
Surili, Primata Mungil Berambut Abu-abu.
0 Komentar

Napas Baru untuk Surili, Primata Mungil Berambut Abu-abu, Jaga ‘Sang Mandat’ Hutan Gede Pangrango dari Kepunahan

KBEonline.id – Di balik kabut tipis yang perlahan menyelimuti kanopi hutan Gunung Gede Pangrango, sesosok primata mungil berambut abu-abu dengan jambul khas bergerak lincah di antara pepohonan.

Ekor panjangnya menjaga keseimbangan saat ia melompat dari satu dahan ke dahan lain. Wajah kecilnya yang dihiasi bulu krem di sekitar mata tampak sesekali menengok ke bawah.

Baca Juga:Usaha Makin Cuan, BTN Karawang Perkuat Akses Pembiayaan UMKM DOLAR MENGGILA, Pedagang Elektronik Pasar Cikarang Menjerit Penjualan Terjun Bebas

Dialah Surili (Presbytis comata), primata endemik Jawa Barat yang kini menjadi simbol perjuangan kelestarian alam di tengah ancaman kepunahan.

Bagi sebagian orang, Surili mungkin hanya sekadar satwa kecil yang jarang terlihat. Namun bagi ekosistem Gunung Gede Pangrango, ia adalah “sang mandat”—penjaga sirkulasi kehidupan yang berperan penting dalam penyebaran biji dan menjaga keseimbangan hutan.

Sayangnya, ruang geraknya perlahan mulai terhimpit. Estimasi populasi Surili, yang berstatus IUCN Terancam Punah, di alam liar diperkirakan antara 1.000 – 6.000 ekor, menurun drastis akibat kerusakan habitat, perburuan ilegal, dan gangguan manusia.

Menyadari krisis keanekaragaman hayati adalah tantangan di depan mata. Sebuah langkah besar diambil PEP Tambun Field yang resmi berjabat tangan dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) untuk merajut sinergi yang lebih kuat. Dengan perjanjian program bersama untuk “Penguatan Fungsi Taman Nasional”.

Di dalam perjanjian ini tertanam misi besar, yakni memperkokoh kelembagaan dan memastikan flora serta fauna di dalamnya—terutama Surili—tetap memiliki rumah yang aman untuk masa depan.

Senior Manager PEP Tambun Field, Totok Parafianto, menekankan bahwa di era sekarang, menjaga alam tidak bisa lagi dilakukan dengan sendiri.

“Tantangan lingkungan saat ini memerlukan kolaborasi bersama lintas sektoral. Kolaborasi ini adalah bentuk nyata korporasi dan lembaga konservasi menyatukan visi untuk menghasilkan dampak yang lebih luas,” ujar Totok.

Baca Juga:Namanya Regy Juniar, Sekdes Duren Klari yang Siap Maju di Pilkades 2026Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan untuk Para Sarjana

Totok juga menyatakan komitmen penuh Pertamina EP Tambun Field untuk mendukung Balai Besar TNGGP melalui penyatuan keahlian dan inovasi, demi mengawal fungsi “paru-paru hijau” Jawa tersebut.

0 Komentar