DOLAR MENGGILA, Pedagang Elektronik Pasar Cikarang Menjerit Penjualan Terjun Bebas

elektronik
Omset barang elektronik turun drastis.
0 Komentar

KBEonline.id- Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan langsung para pelaku usaha kecil di Kabupaten Bekasi. Pedagang elektronik di Pasar Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, mengeluhkan kenaikan harga barang yang berdampak pada turunnya daya beli masyarakat dan anjloknya omzet penjualan.

Pantauan Cikarang Ekspres di blok pertokoan elektronik Pasar Cikarang, Senin (8/6), menunjukkan aktivitas perdagangan yang relatif sepi. Sejumlah pedagang tampak menunggu pembeli di dalam toko karena minimnya pengunjung yang datang untuk berbelanja.

Salah seorang pedagang elektronik, Oman (49), mengatakan hampir seluruh produk elektronik mengalami kenaikan harga dalam dua pekan terakhir. Kenaikan tersebut terjadi mulai dari barang elektronik kecil hingga peralatan rumah tangga berukuran besar.

Baca Juga:Namanya Regy Juniar, Sekdes Duren Klari yang Siap Maju di Pilkades 2026Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan untuk Para Sarjana

“Semua elektronik naik, dari yang kecil sampai yang besar. Contohnya TV atau kulkas yang sebelumnya sekitar Rp1,5 juta, sekarang naik menjadi Rp1,65 juta,” ujarnya.

Menurut Oman, kenaikan harga berasal dari distributor maupun produsen. Tingginya nilai tukar dolar disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong naiknya harga barang elektronik di pasaran.

Kondisi tersebut membuat pedagang menghadapi situasi sulit. Di tengah biaya modal yang meningkat, daya beli masyarakat justru melemah. Akibatnya, omzet penjualan disebut turun hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.

“Pendapatan tidak seperti dulu. Biasanya keuntungan bisa stabil di kisaran 35 sampai 45 persen. Sekarang dapat 20 persen saja sudah susah, kalau sampai 30 persen itu juga harus dipaksakan,” katanya.

Untuk mempertahankan pelanggan, para pedagang terpaksa memangkas margin keuntungan. Langkah itu dilakukan agar harga jual tetap terjangkau dan perputaran modal usaha tidak terhenti.

Oman berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memulihkan daya beli masyarakat.

“Harapannya ekonomi bisa stabil lagi, supaya jualan kembali ramai seperti dulu,” tandasnya. (Iky)

0 Komentar