KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai berdampak pada pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Bekasi. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan pembangunan tetap berjalan dengan melakukan penyesuaian anggaran dan volume pekerjaan.
Untuk mengantisipasi lonjakan biaya konstruksi, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan melakukan pergeseran anggaran melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Langkah tersebut dilakukan agar program pembangunan tetap dapat direalisasikan meski terjadi perubahan pada Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Hari ini pembangunan harus berjalan, tidak bisa stuck. Tadi saya tekankan untuk adanya pergeseran. Karena kita tahu pembangunan sekarang bukan yang terhenti, tetapi karena BBM naik otomatis tidak sesuai dengan RAB. Oleh sebab itu sudah kita diskusikan, nanti tim TAPD bergerak menganalisa dampak-dampak yang terjadi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja kepada Cikarang Ekspres, Rabu (17/6).
Baca Juga:‎Andaikan Ibu Menguasai Ilmu PAUD, Jalan Memutus Rantai Pola Asuh InstingtifSekda Kabupate Bekasi: MFA Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Benteng Keamanan Data ASN
Menurut Asep, kenaikan harga material bangunan seperti semen, pasir dan kebutuhan konstruksi lainnya berpotensi mengurangi volume pekerjaan. Proyek yang semula direncanakan sepanjang 100 meter, misalnya, bisa saja hanya terealisasi 80 meter karena biaya pelaksanaan meningkat.
Meski demikian, penyesuaian tersebut harus tetap sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Tapi itu juga perlu dipertanggungjawabkan. Nanti biar tim TAPD bergerak bersama jajaran untuk memformulasikan agar tidak ada temuan. Silakan pendampingan, nanti kita konsultasi ke atas. Yang penting pembangunan tetap berjalan,” katanya.
Asep meminta seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi mempercepat proses penyesuaian anggaran agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai pada awal Juli mendatang.
Ia juga membuka opsi konsultasi dan pendampingan dengan pemerintah di tingkat atas guna memastikan mekanisme pergeseran anggaran berjalan sesuai ketentuan.
“Di Juli saya ingin pembangunan dipercepat, jangan sampai stagnan. Tadi kita sudah bicara, tolong cepat lakukan pergeseran. Kalau memang tidak sesuai dengan RAB, kita lakukan penyesuaian. Volumenya berkurang tidak apa-apa, yang penting pembangunan tetap berjalan,” tegasnya.
Asep menyebut bahwa, fokus pembangunan tahun ini masih diarahkan pada sektor infrastruktur yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Program prioritas yang telah direncanakan juga dipastikan tetap berjalan.
