KBEONLINE.ID – Teknologi heat pump mulai menunjukkan potensinya sebagai solusi dekarbonisasi industri di Indonesia. Melalui proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), implementasi teknologi tersebut di PT Freyabadi Indotama menjadi contoh nyata penerapan efisiensi energi yang mampu menekan emisi karbon sekaligus menghemat biaya operasional.
Sektor manufaktur selama ini menjadi salah satu pengguna energi terbesar di Indonesia, terutama untuk memenuhi kebutuhan panas dalam proses produksi yang masih bergantung pada bahan bakar fosil. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan emisi gas rumah kaca, tetapi juga membebani biaya operasional perusahaan.
Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gigih Udi Atmo, mengatakan efisiensi energi memiliki peran strategis dalam mendukung target penurunan emisi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri.
Baca Juga:PHE ONWJ Pastikan Keandalan Pipa untuk Amankan Produksi MigasPHE ONWJ Dukung Pelestarian Seni Budaya Pesisir Pantura, Bina Teater Anak Nelayan hingga ke Festival
Menurutnya, berbagai hasil audit energi menunjukkan bahwa penerapan teknologi efisiensi energi mampu menurunkan konsumsi energi dan meningkatkan keuntungan perusahaan.
“Pemerintah memproyeksikan efisiensi energi dapat berkontribusi hingga sekitar 37 persen terhadap target penurunan emisi sektor energi pada tahun 2030. Karena itu, implementasi teknologi yang terbukti memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan perlu terus diperluas,” ujar Gigih.
Ia menambahkan, komitmen tersebut diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi yang mewajibkan perusahaan melakukan audit energi secara berkala serta menindaklanjuti rekomendasi yang dihasilkan.
Sementara itu, Koordinator Dekarbonisasi Sektor Industri dan Bangunan Gedung Proyek SETI Program Energi GIZ Indonesia & ASEAN, Johannes Anhorn, menilai pengalaman implementasi heat pump di PT Freyabadi Indotama membuktikan bahwa efisiensi energi bukan sekadar agenda lingkungan, tetapi juga strategi bisnis yang menguntungkan.
Ia menyebut biaya energi dapat mencapai 20 hingga 30 persen dari total biaya produksi industri. Karena itu, peningkatan efisiensi mampu menekan biaya operasional sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.
Johannes juga mengakui masih minimnya contoh implementasi menjadi salah satu tantangan percepatan dekarbonisasi industri di Indonesia. Menurutnya, proyek percontohan seperti SETI penting untuk memberikan bukti teknis maupun finansial sehingga mampu meningkatkan kepercayaan pelaku industri dalam berinvestasi pada teknologi efisiensi energi.
