Factory Manager PT Freyabadi Indotama, Adi Christian, menjelaskan penerapan heat pump merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan keberlanjutan operasional dan mengurangi jejak karbon.
Ia mengatakan perusahaan sebelumnya telah melakukan berbagai upaya efisiensi energi, termasuk memasang panel surya. Melalui pendampingan SETI, perusahaan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai pilihan teknologi hingga akhirnya memutuskan mengimplementasikan heat pump.
“Program SETI sangat membantu mulai dari tahap assessment, rekomendasi teknologi, hingga monitoring implementasi. Namun seluruh keputusan investasi tetap dilakukan oleh perusahaan berdasarkan kebutuhan operasional dan pertimbangan bisnis,” kata Adi.
Baca Juga:PHE ONWJ Pastikan Keandalan Pipa untuk Amankan Produksi MigasPHE ONWJ Dukung Pelestarian Seni Budaya Pesisir Pantura, Bina Teater Anak Nelayan hingga ke Festival
Adi menambahkan, teknologi heat pump paling sesuai diterapkan pada industri yang membutuhkan pasokan air panas dengan suhu sekitar 50 hingga 80 derajat Celsius.
Dari sisi penyedia teknologi, PT Cakrawana Adi Perkasa mengungkapkan hasil evaluasi awal menunjukkan manfaat yang signifikan. Berdasarkan perhitungan sistem dengan Coefficient of Performance (COP) 3,47, penggunaan heat pump diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon hingga 145,5 ton COâ‚‚ per tahun serta menghasilkan penghematan biaya operasional sekitar Rp744,2 juta per tahun.
Keberhasilan implementasi di PT Freyabadi Indotama dinilai menjadi bukti bahwa upaya dekarbonisasi industri tidak selalu memerlukan investasi yang rumit. Pemanfaatan teknologi yang telah tersedia dan terbukti efektif dapat menjadi langkah awal yang realistis untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi karbon.
Melalui proyek SETI, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi lebih banyak perusahaan dalam mengevaluasi peluang efisiensi energi di fasilitas produksinya. Di tengah meningkatnya tuntutan keberlanjutan dalam rantai pasok global, adopsi teknologi rendah karbon diyakini akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing industri Indonesia di masa mendatang.
