Ia juga membuka opsi konsultasi dan pendampingan dengan pemerintah di tingkat atas guna memastikan mekanisme pergeseran anggaran berjalan sesuai ketentuan.
“Di Juli saya ingin pembangunan dipercepat, jangan sampai stagnan. Tadi kita sudah bicara, tolong cepat lakukan pergeseran. Kalau memang tidak sesuai dengan RAB, kita lakukan penyesuaian. Volumenya berkurang tidak apa-apa, yang penting pembangunan tetap berjalan,” tegasnya.
Asep menambahkan, fokus pembangunan tahun ini masih diarahkan pada sektor infrastruktur yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Program prioritas yang telah direncanakan juga dipastikan tetap berjalan.
Baca Juga:Polres Metro Bekasi Buka Jalan bagi Atlet Mobile Legends Berbakat untuk Tembus Level NasionalTernyata di Tengah Kota Jakarta Masih Ada Kampung Bernama Goa Monyet : Suasananya Masih Asri Khas Perkampungan
“Infrastruktur itu penting banget. Program prioritas tetap ada dan sekarang kita jalankan,” ucapnya.
Selain itu, Pemkab Bekasi mulai menyiapkan konsep pembangunan berkeadilan yang akan diterapkan pada 2027. Dalam skema tersebut, setiap desa ditargetkan mendapatkan minimal tiga kegiatan prioritas pembangunan.
Menurut Asep, program tersebut baru akan dilaksanakan pada 2027 karena saat ini pemerintah daerah masih melanjutkan program pembangunan yang telah disusun pada masa Bupati Bekasi non-aktif Ade Kuswara Kunang.
“Jadi ke depan harus ada pembangunan berkeadilan. Minimal satu desa tiga kegiatan prioritas. Pelaksanaannya mulai 2027, karena sekarang masih meneruskan program Bupati Ade,” tandasnya. (Iky)
