Ternyata di Tengah Kota Jakarta Masih Ada Kampung Bernama Goa Monyet : Suasananya Masih Asri Khas Perkampungan

Namanya Kampung Goa Monyet.
Siapa sangka di balik hiruk pikuk gedung pencakar langit, kemacetan, dan padatnya permukiman ibu kota, masih tersimpan sebuah perkampungan yang suasananya jauh dari kesan metropolitan. Namanya Kampung Goa Monyet.
0 Komentar

KBEONLINE.ID JAKARTA – Siapa sangka di balik hiruk pikuk gedung pencakar langit, kemacetan, dan padatnya permukiman ibu kota, masih tersimpan sebuah perkampungan yang suasananya jauh dari kesan metropolitan. Namanya Kampung Goa Monyet, sebuah kawasan yang berada di wilayah Condet, Jakarta Timur, dan hingga kini masih mempertahankan nuansa alam yang asri di tengah kepungan pembangunan kota.

Nama kampung ini mungkin terdengar unik, bahkan mengundang rasa penasaran. Namun bagi warga sekitar, Kampung Goa Monyet bukan sekadar nama, melainkan bagian dari sejarah dan cerita yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kawasan ini menjadi salah satu sudut Jakarta yang masih menyimpan jejak masa lalu ketika Condet dikenal sebagai wilayah perkebunan dan kawasan hijau.

Secara administratif, Kampung Goa Monyet berada di Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Jalan Raya Condet dengan patokan berada di sekitar Gedung Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta. Namun, siapa sangka hanya beberapa menit dari jalan raya yang ramai, suasana di dalam kampung berubah drastis menjadi tenang dan dipenuhi pepohonan.

Baca Juga:64.842 Pelajar Belum Rekam e-KTP, Disdukcapil Kabupaten Bekasi Genjot Jemput Bola ke SekolahTasyakuran Kelulusan Kelas VI SDN Lambangsari 05, Siswa Unjuk Bakat dan Seni Budaya 

Perjalanan menuju kampung ini menjadi pengalaman tersendiri. Pengunjung harus melewati jalan sempit yang hanya cukup dilalui sepeda motor atau pejalan kaki. Di beberapa titik, jalur tersebut berada tepat di sisi kontur tanah yang cukup curam sehingga pengendara harus ekstra hati-hati, terutama ketika berpapasan dengan kendaraan lain.

Meski aksesnya cukup menantang, perjalanan tersebut akan terbayar saat memasuki kawasan kampung. Suara kendaraan bermotor yang biasanya mendominasi Jakarta perlahan menghilang, digantikan oleh suara burung, gemerisik daun bambu, serta semilir angin yang membuat suasana terasa jauh lebih sejuk dibandingkan kawasan perkotaan di sekitarnya.

Di sepanjang jalan setapak, pengunjung masih bisa melihat rimbunnya pohon bambu, kebun pisang, hingga tanaman Salak Condet yang menjadi salah satu ikon kawasan ini sejak puluhan tahun lalu. Pemandangan tersebut menjadi pengingat bahwa Condet dahulu dikenal sebagai kawasan agrowisata dan sentra buah-buahan khas Betawi sebelum pembangunan kota berkembang pesat.

0 Komentar