6 Kebiasaan Sepele yang Membuat Motor Cepat Rusak? Nomor 2 dan 5 Paling Sering Dilakukan Pengendara

Jalanan Tangerang Selatan
Banyak pemilik sepeda motor mengira kerusakan mesin atau komponen hanya disebabkan usia kendaraan maupun kualitas suku cadang. Padahal, penyebab paling sering justru berasal dari kebiasaan pengendara sendiri yang dilakukan setiap hari tanpa disadari.
0 Komentar

Menahan Motor dengan Gas Saat Macet

Saat menghadapi kemacetan atau jalan menanjak, sebagian pengendara memiliki kebiasaan menahan posisi motor menggunakan putaran gas sambil membiarkan motor bergerak sangat pelan. Cara ini dianggap lebih praktis dibandingkan menggunakan rem, terutama pada motor matik. Padahal, kebiasaan tersebut justru menjadi salah satu penyebab kampas kopling cepat aus.

Ketika gas terus dimainkan untuk menahan laju kendaraan, kampas kopling dan mangkok kopling mengalami gesekan terus-menerus. Gesekan tersebut menghasilkan panas yang tinggi sehingga permukaan kampas menjadi lebih cepat tipis bahkan berpotensi hangus apabila dilakukan dalam waktu lama. Akibatnya, tenaga motor mulai terasa hilang, akselerasi menjadi berat, hingga muncul gejala selip saat motor digunakan.

Agar komponen transmisi lebih awet, pengendara sebaiknya menggunakan rem untuk menahan kendaraan ketika berhenti atau berjalan sangat pelan. Cara sederhana ini mampu mengurangi panas berlebih pada sistem kopling sekaligus memperpanjang usia komponen CVT.

Baca Juga:‎Menciptakan Lingkungan Belajar yang Bebas Perundungan adalah Fondasi Pendidikan BermartabatSarmin Terpilih sebagai Ketua PAC GP Ansor Ciksel, Ketua Ansor Kabupaten Tekankan Keselarasan Program Kerja

Mematikan Mesin Hanya dengan Standar Samping

Motor matik modern umumnya sudah dilengkapi fitur side stand switch yang membuat mesin otomatis mati ketika standar samping diturunkan. Karena dianggap praktis, banyak pengendara langsung meninggalkan motor tanpa memutar kunci kontak ke posisi OFF. Padahal, kebiasaan tersebut kurang baik apabila dilakukan terus-menerus.

Meskipun mesin sudah mati, sistem kelistrikan utama sebenarnya belum sepenuhnya berhenti bekerja. Beberapa komponen elektronik masih berada dalam kondisi siaga sehingga tetap mengambil suplai daya dari aki. Jika hal tersebut sering terjadi, beban aki akan meningkat dan umur pakainya menjadi lebih pendek dibandingkan penggunaan normal.

Cara yang benar adalah tetap mematikan mesin menggunakan kunci kontak hingga seluruh sistem kelistrikan benar-benar nonaktif. Selain menjaga kondisi aki tetap prima, kebiasaan ini juga lebih aman karena mengurangi risiko kelistrikan tetap aktif saat motor diparkir.

Jarang Membersihkan Ruang CVT

Khusus pengguna motor matik, salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah mengabaikan kebersihan ruang CVT. Banyak pemilik motor hanya fokus mengganti oli mesin secara rutin, tetapi lupa bahwa CVT juga membutuhkan perawatan berkala agar seluruh komponennya dapat bekerja secara optimal.

0 Komentar