6 Kebiasaan Sepele yang Membuat Motor Cepat Rusak? Nomor 2 dan 5 Paling Sering Dilakukan Pengendara

Jalanan Tangerang Selatan
Banyak pemilik sepeda motor mengira kerusakan mesin atau komponen hanya disebabkan usia kendaraan maupun kualitas suku cadang. Padahal, penyebab paling sering justru berasal dari kebiasaan pengendara sendiri yang dilakukan setiap hari tanpa disadari.
0 Komentar

Seiring waktu, ruang CVT akan dipenuhi debu, sisa gesekan v-belt, serta berbagai kotoran halus yang menempel pada roller, pulley, maupun kampas kopling. Penumpukan tersebut membuat kinerja transmisi menjadi tidak maksimal sehingga motor mulai mengalami gejala gredek saat berakselerasi, tenaga terasa berat, bahkan muncul suara berisik dari area CVT.

Membersihkan CVT secara berkala ketika servis dapat mencegah kerusakan yang lebih besar. Biaya pembersihan jauh lebih murah dibandingkan harus mengganti satu set komponen CVT yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah apabila sudah mengalami keausan parah.

Kebiasaan Menempelkan Jari di Tuas Rem Saat Berkendara

Banyak pengendara tanpa sadar selalu meletakkan jari di atas tuas rem dan memberikan sedikit tekanan ketika motor sedang melaju. Meskipun terlihat sepele, tekanan kecil tersebut sudah cukup membuat kampas rem tetap bergesekan dengan cakram atau tromol selama perjalanan.

Baca Juga:‎Menciptakan Lingkungan Belajar yang Bebas Perundungan adalah Fondasi Pendidikan BermartabatSarmin Terpilih sebagai Ketua PAC GP Ansor Ciksel, Ketua Ansor Kabupaten Tekankan Keselarasan Program Kerja

Gesekan yang berlangsung terus-menerus menyebabkan kampas rem menjadi lebih cepat tipis sehingga harus diganti lebih awal. Selain itu, piringan cakram juga lebih cepat panas dan mengalami keausan. Pada beberapa motor, lampu rem belakang pun akan terus menyala sehingga bohlam maupun sistem kelistrikan bekerja lebih berat.

Posisi tangan yang benar adalah hanya menyentuh tuas rem ketika memang diperlukan untuk mengurangi kecepatan atau berhenti. Selain membuat komponen rem lebih awet, cara ini juga mengurangi risiko pengereman mendadak yang dapat membahayakan pengendara.

Menggunakan Oli Mesin yang Tidak Sesuai Spesifikasi

Masih banyak pemilik motor yang memilih oli hanya berdasarkan harga atau rekomendasi teman tanpa memperhatikan spesifikasi mesin kendaraan. Padahal, setiap motor memiliki kebutuhan viskositas dan formulasi oli yang berbeda sesuai kapasitas mesin serta karakter penggunaannya.

Penggunaan oli yang tidak sesuai membuat proses pelumasan tidak berlangsung secara optimal. Gesekan antar komponen mesin menjadi lebih tinggi, suhu kerja mesin meningkat, performa menurun, dan dalam jangka panjang dapat mempercepat keausan piston, silinder, hingga bearing mesin. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi kerusakan akan muncul lebih cepat dibandingkan motor yang menggunakan oli sesuai rekomendasi pabrikan.

0 Komentar