KARAWANG, KBEONLINE.ID — PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) mempertegas komitmen pelestarian lingkungan melalui program “Unicharm Green Action: Ayo Pilah Sampah 3R Bersama!” di Kabupaten Karawang.
Berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Karawang dan KSM Sahabat Lingkungan Desa Warung Bambu, kegiatan ini menyasar ibu rumah tangga, PKK, dan kader Posyandu. Sebagai pilar utama perubahan kebiasaan pengelolaan sampah dari sumbernya. Program ini sekaligus dukungan nyata Unicharm terhadap penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) atau Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas.
Berdasarkan data SIPSN KLHK, lebih dari 50% timbulan sampah pada 2025 berasal dari rumah tangga. Tanpa pemilahan, sampah yang bercampur residu organik kehilangan nilai daur ulang dan membebani TPA yang kapasitasnya sudah overload.
Baca Juga:Empat Kebakaran Terjadi Selama Pemadaman Listrik Bergilir, BPBD Karawang Imbau Warga Tingkatkan KewaspadaanUsung Tema 80 Tahun Mengabdi, Polres Karawang Gelar Bakti Kesehatan dan Sosial untuk 658 Warga
Melalui edukasi ini, Unicharm mengajak warga membiasakan 3 langkah mudah: kosongkan & lipat, jaga tetap bersih & kering, lalu masukkan ke drop box sesuai jenisnya: organik, non-organik, atau sampah plastik. Pada kesempatan ini, Unicharm juga mendonasikan sarana tempat sampah Drop Box EPR untuk Desa Warung Bambu.
Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, menegaskan kegiatan ini bagian dari slogan Ethical Living for SDGs. Perusahaan akan terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah demi merealisasikan target nasional pengurangan sampah 30% pada tahun 2029.
“Sejak 2022, Unicharm telah melakukan edukasi serupa dan menjangkau lebih dari 1.000 masyarakat termasuk siswa-siswi di berbagai jenjang sekolah. Kami akan terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah demi merealisasikan target nasional pengurangan sampah 30% pada tahun 2029,” ujar Nishioka.
Sementara itu, Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Muda DLHK Kabupaten Karawang, Agus Yuniarto mengapresiasi langkah Unicharm.
“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Butuh sinergi kolaboratif antara regulator, swasta, dan masyarakat agar bisa memulai pemilahan sampah dari rumah. Dengan memilah, masyarakat bantu kurangi sampah yang lari ke TPA,” ujarnya.
