KBEonline.id- JajaranKemenag Karawang melakukan Ziarah Maqbaroh ke Cinangoh mengawali Rangkaian Peringatan HUT RI.
Kepala Kemenag Karawang Dr. H. Sopian bersama seluruh pegawainya melaksanakan ziarah maqbaroh ke makam mantan Kepala Kemenag Karawang, Almarhum KH. A. Tajuddin Noor masa jabatan tahun 1972 silam, di TPU Cinangoh, Karawang.
Kegiatan spiritual ini menjadi pembuka resmi dari seluruh rangkaian acara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, ziarah ini menjadi momen perenungan mendalam bagi seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Karawang.
Baca Juga:Dengan MRI dan Wellness Center, Primaya Hospital Bekasi Utara Perkuat Akses Layanan Kesehatan ModernAnggaran Pasti Nambah, Disdikbud Karawang Perkuat Layanan PAUD dengan Program Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekola
Kepala Kantor Kemeneg Karawang, Dr. H. Sopian menegaskan, pesan mendasar dari tradisi ziarah maqbaroh ini adalah sebagai pengingat akan hakikat kematian yang kelak akan dialami setiap manusia.
“Berziarah ke makam para pendahulu bukan sekadar seremoni rutin, melainkan ruang introspeksi diri, kehidupan dan jabatan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap pegawai diingatkan untuk terus menanam kebaikan sebelum menyusul para almarhum,” kata H. Sopian.
Di sisi lain, ziarah ini memiliki nilai sosial yang tinggi sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan menjaga hubungan kekeluargaan antara generasi penerus di Kemenag dengan keluarga besar para pimpinan terdahulu.
Pemilihan hari pelaksanaan pun dilakukan dengan penuh pertimbangan nilai spiritual, Kemenag Kabupaten Karawang sengaja mengawali kegiatan pada hari Jumat ini, karena merupakan sayyidul ayyam atau penghulu segala hari yang sarat dengan keberkahan.
Langkah ini diambil untuk mengetuk pintu keberkahan dalam mengawali seluruh rangkaian agenda, meskipun pelaksanaan di tingkat provinsi baru dimulai pada hari berikutnya.
Suasana kebersamaan dan nilai toleransi juga tecermin kuat dalam kegiatan internal ini, meski berfokus pada ziarah, jajaran pegawai dari berbagai latar belakang, termasuk pegawai non muslim, turut hadir dan memberikan penghormatan atas momentum kebersamaan tersebut.
Melalui penanaman nilai kepemimpinan yang menghargai sejarah serta pesan moral tentang hakikat kehidupan, Kemenag Karawang berkomitmen untuk menjaga tradisi ini agar terus berkesinambungan.
Baca Juga:Warga Cikarang Siap-siap Blokir Jalan, DPRD Ultimatum Perusahaan Batching Plant Pencemar LingkunganPulang Tawasulan Dituding Begal, Dua Santri di Dengklok Dianiaya Linmas
Harapannya, konsistensi dalam menjalankan program berorientasi nilai spiritual dan historis ini dapat terus memupuk rasa kepedulian, kerukunan, serta integritas seluruh pegawai dalam menjalankan tugas pelayanannya kepada masyarakat.
