“Semoga kepengurusan baru ini mampu menjalankan amanah dengan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pasar tradisional dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi. Keberadaan APPSI penting untuk menghidupkan kembali pasar-pasar tradisional agar semakin berkembang dan mampu bersaing,” kata Endin.
Endin juga menyoroti pentingnya penataan pasar tradisional secara menyeluruh, mulai dari aspek keamanan, instalasi listrik, kebersihan hingga mitigasi kebakaran. Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi kunci menciptakan pasar yang aman dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Selain itu, pemerintah daerah akan mengkaji pengaturan jarak atau radius antara pasar tradisional dengan jaringan ritel modern guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.
Baca Juga:Babak Pertama Ronaldo Cetak Dua Gol, Portugal Unggul atas Uzbekistan 3-0 di Piala Dunia 2026Cara Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026 Portugal vs Uzbekistan
“Ini menjadi masukan yang baik bagi pemerintah daerah. Ke depan, penataan pasar harus dilakukan secara komprehensif sehingga pasar tradisional tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah arus globalisasi serta persaingan usaha yang semakin ketat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, APPSI Kabupaten Bekasi juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan pasar tradisional. Pemerintah Kabupaten Bekasi mendapat apresiasi atas komitmen melakukan penataan dan pembenahan pasar secara berkelanjutan.
Penghargaan juga diberikan kepada empat komisariat pasar yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi dan terobosan bagi para pedagang. Pasar Induk Cibitung diapresiasi atas keberhasilannya memberdayakan pedagang melalui program kemitraan penyediaan bahan pokok untuk dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pasar KUD Permatasari mendapat penghargaan karena sukses mengintegrasikan pemberdayaan pedagang dengan sistem tata kelola Koperasi Unit Desa (KUD) yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggota.
Sementara Pasar Cikarang diapresiasi atas dukungannya terhadap percepatan program penataan dan revitalisasi pasar menuju konsep yang lebih modern.
Adapun Pasar Lemahabang dinobatkan sebagai pelopor digitalisasi pasar setelah berhasil menerapkan sistem digital, mempercepat legalisasi instalasi listrik, serta menerapkan standar mitigasi kebakaran yang memadai. (Iky)
