KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – DPRD Kabupaten Bekasi mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk lebih serius mengembangkan sektor pariwisata melalui penguatan desa wisata. Dukungan anggaran, pembinaan, hingga kolaborasi dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) dinilai menjadi kunci agar potensi wisata di berbagai desa dapat berkembang dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, mengatakan saat ini sektor pariwisata dituntut menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, pemerintah perlu berani memberikan dukungan nyata terhadap desa-desa yang memiliki potensi wisata.
“Kalau mau menarik potensi wisata, ya harus dimodali, dibina, dan diberikan anggaran. Tinggal dipikirkan bentuk dukungannya seperti apa, apakah hibah atau skema lainnya. Selain itu, keterlibatan CSR juga sangat diperlukan,” ujar Ani Rukmini kepada Cikarang Ekspres, Rabu (1/7).
Baca Juga:DPUPR Karawang Bangun Jembatan Kalenkapal Senilai Rp10 Miliar untuk Perkuat Konektivitas Ekonomi TirtamulyaMomentum Hari Bhayangkara, Satlantas Polres Karawang Renovasi Ambulans Komunitas Ojol
Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Bekasi sebenarnya cukup beragam. Mulai dari wisata pantai, wisata sungai, hingga wisata industri yang mulai berkembang seiring banyaknya kawasan industri di daerah tersebut.
Namun, ia menilai potensi tersebut belum dimaksimalkan. Salah satunya kawasan wisata pantai di wilayah utara Kabupaten Bekasi yang hingga kini masih membutuhkan perhatian lebih.
“Sayang kalau tidak dimaksimalkan. Kalau tidak memungkinkan dari APBD, bisa didorong melalui CSR atau mengakses dukungan dari Kementerian Pariwisata,” katanya.
Ani juga menyoroti pentingnya mengoptimalkan Peraturan Daerah (Perda) tentang desa wisata yang telah dimiliki Kabupaten Bekasi. Menurutnya, regulasi tersebut harus diimplementasikan melalui pendataan desa-desa yang memiliki potensi wisata, kemudian dilakukan pembinaan secara berkelanjutan serta diberikan dukungan anggaran.
Selain wisata alam, ia menyebut wisata industri juga memiliki peluang besar untuk meningkatkan kunjungan ke Kabupaten Bekasi. Meski tidak menghasilkan pendapatan secara langsung dari objek wisata, keberadaannya dapat mendorong tingkat hunian hotel, kunjungan ke rumah makan, hingga menggerakkan sektor ekonomi lainnya.
Meski demikian, Ani menilai Kabupaten Bekasi masih perlu memperkuat identitas destinasi pendukung, termasuk menghadirkan kuliner khas yang mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Yang harus dilakukan sekarang adalah mengaktifkan desa wisata yang sudah ada dalam regulasi. Inventarisasi desa yang berpotensi, lakukan pembinaan, dan berikan dukungan anggaran agar benar-benar berkembang menjadi destinasi wisata,” tandasnya. (Iky)
