kbeonline.id – PSSI bersama operator kompetisi I.League mulai membuka peluang kembalinya suporter tim tamu pada pertandingan Super League musim 2026/27. Wacana tersebut menjadi langkah awal setelah larangan kehadiran penonton tandang diberlakukan sejak akhir 2022 pasca-Tragedi Kanjuruhan.
Jika rencana tersebut terealisasi, suporter tim tamu akan kembali mendapat kesempatan mendukung klub kesayangannya secara langsung di stadion. Namun, penerapannya dipastikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai aspek keamanan.
FIFA Beri Lampu Kuning
Ketua PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan FIFA terkait rencana tersebut. Menurutnya, badan sepak bola dunia memberikan respons positif, tetapi tetap menyampaikan sejumlah catatan penting.
Baca Juga:Persik Kediri Pertahankan Marcos Reina, Manajemen Optimistis Tatap Musim BaruPersib Bandung Hadapi Arema FC pada Laga Pembuka Piala Presiden 2026
“Liga sudah bicara dengan kami, mereka coba dilakukan pada saat nanti liga musim 2026/27. Dan kami dari PSSI sudah coba bicara dengan FIFA,” ujar Erick.
Meski demikian, FIFA mengingatkan PSSI agar tidak melupakan tragedi kelam yang pernah terjadi di sepak bola Indonesia dan menjadikannya sebagai dasar dalam menyusun kebijakan baru.
“FIFA memberi catatan yang cukup kompleks dan mengingatkan bahwa noda hitam yang pernah terjadi di Indonesia mengenai sepak bola kita, dan itu juga di dunia, harus tetap diingat. Artinya, saya sudah ingatkan liga, PSSI sudah berupaya, dan FIFA terbuka,” jelas Erick.
Penerapan Akan Dilakukan Bertahap
Erick menegaskan bahwa keberhasilan penerapan kebijakan ini sangat bergantung pada komitmen operator liga, klub, dan suporter dalam menjaga keamanan pertandingan.
Ia mengingatkan bahwa FIFA memiliki kewenangan untuk kembali melarang kehadiran suporter tandang apabila terjadi pelanggaran atau insiden yang mengganggu keamanan.
“Saya minta liga dan klub bertanggung jawab dengan keputusan tersebut. Kalau ada penonton tandang dan sewaktu-waktu terjadi masalah, izin itu bisa dicabut kembali. Karena itu liga tentu melihat kelenturan hubungan masing-masing suporter, mungkin di tahap awal,” tegasnya.
Jadi Harapan Baru bagi Suporter
Apabila regulasi baru resmi diterapkan, musim 2026/27 akan menjadi momentum penting bagi sepak bola Indonesia. Kehadiran kembali suporter tandang diyakini mampu meningkatkan atmosfer pertandingan sekaligus menghidupkan kembali rivalitas sehat antarpendukung di stadion.
