Darurat Kekeringan! Ribuan Hektare Sawah Bekasi Terancam Gagal Panen Karena Kekurangan Air

Ribuan Sawah Kekeringan di Kabupaten Bekasi
Ancaman kekeringan yang mulai melanda sektor pertanian mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan langkah bertahap agar ribuan hektare sawah tetap mendapatkan pasokan air. Selain mempercepat normalisasi saluran irigasi, pemerintah juga membuka opsi pembangunan sumur pompa bertenaga surya sebagai solusi di wilayah yang masih sulit terjangkau aliran air.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Ancaman kekeringan yang mulai melanda sektor pertanian mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan langkah bertahap agar ribuan hektare sawah tetap mendapatkan pasokan air. Selain mempercepat normalisasi saluran irigasi, pemerintah juga membuka opsi pembangunan sumur pompa bertenaga surya sebagai solusi di wilayah yang masih sulit terjangkau aliran air.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, normalisasi saluran irigasi di wilayah Sukatani hingga Tambelang menjadi fokus utama karena kawasan tersebut memiliki sekitar 1.000 hektare lahan persawahan yang hampir setiap musim kemarau mengalami kekeringan.

Menurutnya, kapasitas saluran harus diperbesar agar distribusi air dapat menjangkau areal persawahan di Sukawangi, Tambelang, hingga wilayah sekitarnya. Karena itu, pemerintah juga meminta bangunan liar yang berada di bantaran saluran ditertibkan untuk menyediakan ruang sempadan selebar enam meter.

Baca Juga:Fakta Lengkap Tentang Bubur Tambun : Kuliner Legendaris dengan Julukan Bubur Racing Kuasai JabodetabekLiburan Gratis di Majalengka Ada Dusun Cibuluh Tawarkan Pesona Negeri di Atas Awan Lereng Gunung Ciremai

“Makanya kemarin kita lakukan normalisasi. Saya juga meminta masyarakat yang masih memiliki bangunan liar di bantaran saluran agar ditertibkan. Kita siapkan jalur enam meter supaya aliran air lebih lancar,” kata Asep Surya Atmaja di Cikarang Pusat, Rabu (22/7).

Menurutnya, pemerintah akan mendata seluruh lahan pertanian yang terdampak kekeringan sebagai dasar penyusunan langkah lanjutan. Jika setelah normalisasi aliran air masih belum mampu menjangkau seluruh sawah, Pemkab Bekasi akan menyiapkan pembangunan sumur pompa bertenaga surya di titik-titik rawan.

Konsep tersebut, kata Asep, diadopsi dari sistem yang pernah ia lihat di Surabaya. Pompa air bertenaga surya ditempatkan pada bangunan kecil di tengah areal persawahan untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.

“Satu titik bisa mengairi sekitar delapan sampai sepuluh hektare sawah. Jadi itu menjadi solusi kalau aliran dari sungai yang sudah dinormalisasi masih belum mencukupi,” ujarnya.

Meski demikian, Asep menegaskan normalisasi saluran irigasi tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah berharap kapasitas saluran yang lebih besar mampu mengalirkan air hingga ke lahan pertanian di wilayah Sukawangi, Tambelang, dan sekitarnya yang selama ini rutin terdampak kekeringan setiap musim kemarau.

“Kita upayakan dulu normalisasi agar air bisa mengalir. Kalau itu belum berhasil, baru kita siapkan sumur pompa tenaga surya sebagai solusi tambahan,” imbuhnya.

0 Komentar