Menurutnya, sains memiliki tugas untuk menjelaskan fenomena alam berdasarkan bukti yang dapat diuji, sementara agama memberikan pedoman mengenai makna hidup, nilai moral, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Keduanya memiliki wilayah yang berbeda sehingga tidak harus dipaksakan saling membenarkan melalui klaim yang tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Karena itu, masyarakat diharapkan semakin kritis dalam menerima informasi, terutama yang mengatasnamakan sains untuk memperkuat keyakinan tertentu. Keimanan tidak menjadi lebih kuat hanya karena dibungkus dengan istilah ilmiah, begitu pula ilmu pengetahuan tidak boleh dipaksakan mengikuti narasi yang tidak dapat dibuktikan melalui metode penelitian yang sahih. Justru dengan memahami batas antara sains dan keyakinan, keduanya dapat berjalan berdampingan tanpa saling meniadakan.
