Hari Sungai Nasional 2026, Warga Kabupaten Bekasi Masih MCK di Sungai Hitam

Hari Sungai Nasional 2026
Hari Sungai Nasional 2026, Warga Kabupaten Bekasi Masih MCK di Sungai Hitam. -kbeonline.id-
0 Komentar

Warga lainnya, Dadi Suhendi (43), mengenang kondisi Sungai Cilemahabang yang dahulu masih jernih dan menjadi tempat mandi warga setiap hari. Kini, sungai tersebut justru ditinggalkan karena dikhawatirkan membahayakan kesehatan.

“Kalau terpaksa ya ada saja yang mandi. Pernah waktu itu ada yang mandi jadinya gatal-gatal. Mana airnya bau pesing. Pakai sabun juga tetap saja bau. Ini sudah lama kayak gini,” ungkapnya.

Kekecewaan warga terhadap kondisi sungai juga dituangkan melalui sejumlah spanduk yang dipasang di bantaran sungai. Mereka mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata menghentikan pencemaran yang diduga berasal dari aktivitas industri.

Baca Juga:Update Harga Emas Antam Hari ini 27 Juli 2026, Buyback Melejit hingga Rp18.000 Per GramJadwal dan Lokasi Layanan SIM Keliling di Bekasi Hari Ini 27 Juli 2026, Cek Syarat Perpanjangannya

“Kami minta pemerintah daerah segera menangani pencemaran ini. Jangan tinggal diam saja,” tegas Dadi.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam, menilai pencemaran Sungai Cilemahabang tidak lagi bisa dianggap sebagai persoalan biasa.

Menurutnya, Hari Sungai Nasional seharusnya menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pihak untuk memulihkan kualitas sungai.

“Hari Sungai Nasional seharusnya menjadi momentum evaluasi. Jangan sampai setiap tahun kita hanya memperingati seremonial, sementara masyarakat masih dipaksa hidup berdampingan dengan sungai yang tercemar,” ujarnya.

Politisi PKS itu meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi bersama instansi terkait segera mengusut sumber pencemaran dan menindak tegas pihak yang terbukti membuang limbah ke badan sungai.

“Kalau memang ada perusahaan yang melanggar aturan, jangan ragu diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Penegakan hukum harus berjalan agar ada efek jera dan kualitas lingkungan bisa dipulihkan,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan pemerintah daerah harus segera menghadirkan solusi bagi warga yang hingga kini masih bergantung pada air sungai akibat minimnya pasokan air bersih saat musim kemarau.

Baca Juga:1 Tahun Lawasan Caraka: Mempertegas Eksistensi Pesisir Utara Karawang Lewat Geliat Pariwisata dan KebudayaanDPP PABPDSI Komit Mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Gibran di Kabupaten Bekasi 

“Di satu sisi masyarakat membutuhkan air untuk bertahan hidup, di sisi lain sungainya tercemar. Ini tidak boleh dibiarkan. Pemerintah harus hadir dengan solusi, baik penanganan pencemaran maupun pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga,” pungkasnya. (Iky)

0 Komentar