Rehab Jalan Tak Kunjung Usai, Debu Pekat dan Jalan Bergelombang di Arteri Galuh Mas Ancam Kesehatan Warga 

Polusi
Proyek perbaikan Jalan Arteri Galuh Mas kini memicu keluhan dari masyarakat sekitar maupun para pengguna jalan yang melintas. Pekerjaan infrastruktur yang tak kunjung usai tersebut dinilai menimbulkan dampak negatif, mulai dari polusi udara hingga potensi bahaya keselamatan berkendara.
0 Komentar

KBEonline.id – Proyek perbaikan jalan di sebagian wilayah Jalan Arteri Galuh Mas kini memicu keluhan dari masyarakat sekitar maupun para pengguna jalan yang melintas. Pekerjaan infrastruktur yang tak kunjung usai tersebut dinilai menimbulkan dampak negatif, mulai dari polusi udara hingga potensi bahaya keselamatan berkendara.

Sejumlah pedagang yang beroperasi di sepanjang jalur tersebut mengaku mengalami penurunan kenyamanan akibat tingginya intensitas debu yang beterbangan. Kondisi ini dirasakan kian memburuk seiring tingginya volume kendaraan yang lalu lalang setiap hari.

Salah satu pedagang di sekitar lokasi, Edoy, mengungkapkan bahwa kepulan debu di kawasan tersebut sudah sangat mengganggu aktivitas usahanya. Situasi yang tak nyaman ini tercatat telah berlangsung selama kurun waktu lebih dari tiga minggu.

Baca Juga:Snapdragon Pimpin Era Agentic AI dengan Dua Chipset Mobile Tercepat di DuniaSempat Diwarnai Kericuhan, Enam Pemenang Resmi Ditetapkan Sebagai Kades Terpilih Pilkades Cikarang Selatan

“Debunya parah, sangat berpengaruh ke usaha jualan. Kondisi seperti ini sudah berlangsung lumayan lama, hampir tiga minggu lebih,” ujar Edoy, Rabu (23/9).

Menurut Edoy, keluhan senada juga disampaikan oleh warga serta pelaku usaha lain di sekitar area perbaikan jalan. Selain masalah debu, material jalan yang belum rampung dikerjakan kerap menyebabkan kendaraan warga maupun melintas mengalami kebocoran ban.

Ia menambahkan bahwa kondisi berdebu dan rusak ini terbilang baru baginya yang baru berjualan di area tersebut.

“Sebelumnya tidak seperti ini,” lanjutnya.

Tidak hanya para pedagang, para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, juga harus ekstra waspada saat melintasi jalur tersebut. Permukaan jalan yang tidak rata dan licin akibat timbunan pasir serta debu meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Salah seorang pengendara sepeda motor yang rutin melintas, Doni, mengeluhkan kondisi jalan yang dinilainya membahayakan keselamatan.

“Berdebu banget, kalau naik motor harus benar-benar hati-hati dan pelan. Bahaya kalau agak kencang soalnya jalannya tidak rata. Ditambah lagi kalau ada mobil-mobil besar lewat, debunya makin parah,” tutur Dani.(aufa)

0 Komentar