kbeonline.id – PSIM Yogyakarta kembali memperkuat skuad menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/27. Laskar Mataram resmi mendatangkan striker asal Paraguay, Mauro Caballero, untuk menambah ketajaman lini depan.
Perekrutan Caballero menjadi bagian dari upaya PSIM meningkatkan produktivitas gol setelah menghadapi persoalan efektivitas serangan pada musim sebelumnya. Pengalaman panjang sang striker di sejumlah kompetisi luar negeri diharapkan bisa menjadi tambahan penting bagi tim asuhan Jean Paul Van Gastel.
Caballero, yang lahir pada 8 Oktober 1994, memiliki pengalaman bermain di sejumlah kompetisi Eropa hingga Asia. Pengalamannya berkarier di Portugal dan Iran menjadi salah satu pertimbangan PSIM dalam merekrut pemain tersebut.
Baca Juga:Dewa United Rekrut Penyerang Brasil Denilson Junior dari Ratchaburi FCPersebaya Juara Piala Presiden 2026, Bernardo Tavares Langsung Alihkan Fokus ke Liga
Manajer PSIM, Iksan Mahar, berharap kehadiran Caballero dapat memberikan solusi atas kebutuhan tim di sektor penyerangan.
“Mauro Caballero menjadi bomber baru yang diharapkan mampu menjadi solusi dari minimnya pencetak gol tajam di dalam tim pada musim lalu. Pengalaman panjangnya dari Portugal hingga Iran menumbuhkan harapan kami agar dia bisa menjadi predator berbahaya di kotak penalti lawan-lawan di kasta Super League,” ujar Iksan.
Persaingan Tiga Striker PSIM
Kedatangan Caballero sekaligus membuat persaingan di lini depan PSIM Yogyakarta semakin kompetitif. Striker Paraguay tersebut akan bersaing dengan dua penyerang lain, yakni Adrian Dalmau dan Nermin Haljeta.
Manajemen PSIM menilai keberadaan tiga striker berkualitas dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan tim. Persaingan internal diharapkan membuat setiap pemain termotivasi untuk menunjukkan performa terbaik selama persiapan maupun kompetisi berlangsung.
“Kami berharap Caballero bisa menyajikan persaingan sehat dengan Adrian Dalmau dan Nermin Haljeta untuk mengunci posisi penyerang tengah utama dalam skuad coach Jean Paul Van Gastel. Selain bersaing sehat, ketiganya diharapkan saling termotivasi untuk meningkatkan level permainan individu,” kata Iksan.
Meski Caballero menjadi pemain terakhir yang bergabung dibandingkan Dalmau dan Haljeta, PSIM memastikan tidak ada pemain yang mendapat jaminan sebagai pilihan utama. Performa di latihan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan komposisi tim.
“Dengan kualitas tiga penyerang, belum ada yang mendapat jaminan sebagai pilihan utama. Meskipun paling terakhir bergabung dibandingkan Haljeta dan Dalmau, Caballero memiliki waktu yang cukup untuk segera beradaptasi dan membuktikan kualitasnya sebagai pencetak gol ulung,” pungkas Iksan.
