KARAWANG, KBEONLINE.ID – Tim Forensik Polda Jabar dan Polresta Karawang melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam seorang pria berinisial D (27), warga Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di aliran irigasi.
Proses pembongkaran makam yang berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Ekshumasi ini diputuskan setelah pihak keluarga melaporkan adanya sejumlah kejanggalan pada kondisi fisik jasad korban saat pertama kali ditemukan.
Proses pembongkaran makam berlangsung di pemakaman umum dengan pengawalan aparat kepolisian. Tim forensik kemudian melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban sebagai bagian dari penyelidikan.
Baca Juga:Polisi Temukan 16 Paket Diduga Sabu, Empat Disembunyikan di SelokanTop! Tak Tersentuh Kekalahan, Wakil Karawang BAJ Kids Soccer Lolos 8 Besar Piala Soeratin U13 Tingkat Jabar
Keluarga sempat melakukan pencarian setelah korban tidak kunjung ditemukan. Pencarian dilakukan sejak sore hingga malam hari, namun korban baru ditemukan pada keesokan harinya dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Cari dari jam enam sampai jam dua belas, jam satu enggak ketemu. Sampai pagi lagi, sampai siang ketemu sudah almarhum meninggal,” ujar Kakak korban, Maryani (50).
Maryani mengatakan, keluarga melihat adanya sejumlah luka pada tubuh korban. Ia menyebut terdapat lebam di bagian mata serta luka yang tampak seperti lubang pada tubuh korban. “Ada luka sih, lebam mata,” ungkapnya.
Maryani juga menceritakan kondisi korban saat pertama kali ditemukan. Menurutnya, tubuh korban sudah dalam keadaan kaku dan berlumuran darah. “Pas ke lokasi itu, sudah begitu aja, kaku. Sudah berlumuran darah,” jelasnya.
Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat tidak dapat dihubungi. Kata Maryani, ponsel korban dititipkan kepada saudaranya, karena korban tengah mengikuti kegiatan perlombaan dalam rangka perayaan kemerdekaan.
Sementara itu, pihak kepolisian tela menerima laporan dari keluarga dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut.
Melalui proses ekshumasi, polisi dan tim forensik diharapkan dapat memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih jelas mengenai penyebab kematian korban, termasuk untuk memastikan dugaan adanya tindak kekerasan.
