“Harus dibikin tim investigasi independen. Nanti Dinas LH yang mengepalai dan perwakilan dari para nelayan,” tegas Ketua Komisi III DPRD Karawang, Dedy Indra Setiawan.
Dedy menyebutkan, beberapa organisasi seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), maupun kelompok nelayan lokal lainnya dapat dilibatkan. Bila perlu, pelibatan akademisi dan pakar juga sangat terbuka untuk menyokong proses pemeriksaan.
Ia menegaskan, penelusuran independen ini penting untuk membuktikan sumber ceceran dan dampaknya secara ilmiah, mengingat klaim PHE ONWJ yang menyatakan material tersebut bukan dari aktivitas mereka.
Baca Juga:Warga Gotong Royong Bersihkan Ceceran Minyak di Pesisir KarawangUsut Ceceran Limbah di Cemarajaya, Bupati Aep Tempuh Jalur Ilmiah
“Tujuannya untuk melihat ini sebenarnya kejadian dampak dari mana. Karena dari PHE menyampaikan bukan dari wilayah operasinya. Tapi harus dilakukan uji lab juga,” paparnya.
Merespons wacana pembentukan tim independen tersebut, Pinto menyatakan PHE ONWJ sangat menyambut baik dan siap memberikan dukungan penuh terhadap proses verifikasi di lapangan.
“Kita terbuka terhadap masukan dari semua pemangku kepentingan. Kaitannya dengan verifikasi di lapangan, laporan, temuan, yang berkaitan dengan laporan masyarakat kami terbuka dan siap mendukung,” kuncinya. (Arie)
