Saat ini keberadaan leuit semakin menarik karena tidak banyak kawasan yang masih mempertahankan bentuk dan fungsi bangunan tradisional tersebut. Di Kampung Cijambe, leuit menjadi pengingat bahwa wilayah selatan Kabupaten Bekasi memiliki sejarah kehidupan agraris yang kuat. Bangunan sederhana itu menjadi bagian dari cerita panjang masyarakat yang hidup berdampingan dengan sawah, kebun dan hasil bumi sebelum perkembangan kawasan perkotaan dan industri semakin meluas.
Amben Bambu
Kesederhanaan kehidupan kampung juga terlihat dari keberadaan amben atau balai-balai yang terbuat dari bambu dan kayu. Tempat duduk sederhana tersebut biasanya berada di bagian luar rumah dan digunakan untuk beristirahat, duduk santai maupun berbincang dengan keluarga dan tetangga. Keberadaan amben menunjukkan bahwa ruang kehidupan masyarakat tidak hanya berada di dalam rumah, tetapi juga berlangsung di teras dan halaman.
Kebiasaan berkumpul di depan rumah menjadi salah satu gambaran interaksi sosial masyarakat pedesaan. Tanpa membutuhkan ruang khusus atau fasilitas modern, warga dapat berbincang sambil menikmati suasana lingkungan sekitar. Hal sederhana seperti ini justru menjadi bagian penting dari karakter kampung karena menciptakan hubungan sosial yang lebih dekat antara penghuni rumah dengan lingkungan di sekitarnya.
Baca Juga:CIMB Niaga Borong Tiga Penghargaan Bergengsi di Asian Banking & Finance Awards 2026 115 Warga Wancimekar Terima Bantuan Stimulan Rumah dari Kementrian PKP, Pemdes: Kami Siap Kawal sampai Tuntas
Tungku dan Kayu Bakar
Di salah satu rumah warga, aktivitas memasak juga memperlihatkan kebiasaan tradisional yang masih bertahan. Tungku dengan bahan bakar kayu masih digunakan untuk kegiatan memasak sehari-hari. Cara tersebut memberikan gambaran mengenai kehidupan rumah tangga yang masih memanfaatkan sumber daya dari lingkungan sekitar dan mempertahankan metode memasak yang telah dikenal sejak generasi sebelumnya.
Penggunaan tungku dan kayu bakar menjadi semakin menarik ketika dibandingkan dengan kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin bergantung pada peralatan modern. Namun, bagi sebagian masyarakat kampung, cara memasak tersebut bukan sekadar simbol masa lalu. Ia masih menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari yang dilakukan karena kebiasaan, ketersediaan bahan bakar dan kondisi lingkungan yang mendukung.
Dulang Tradisi Sunda
Peralatan rumah tangga tradisional juga masih dapat ditemukan dalam aktivitas warga, salah satunya dulang yang digunakan dalam kegiatan berkaitan dengan nasi. Benda berbahan kayu tersebut menjadi bagian dari perlengkapan tradisional masyarakat Sunda dan memperlihatkan bagaimana sejumlah kebiasaan lama masih dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kampung Cijambe.
