Hal menariknya, tradisi tersebut tidak hadir dalam bentuk pertunjukan atau sekadar dipajang sebagai benda bersejarah. Dulang masih digunakan dalam aktivitas rumah tangga sehingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap hidup melalui kebiasaan masyarakat. Dari benda sederhana seperti ini, terlihat bagaimana budaya dapat bertahan bukan hanya melalui acara adat, tetapi juga melalui aktivitas kecil yang dilakukan dari hari ke hari.
Kebun Bambu
Lingkungan sekitar rumah warga masih didominasi pepohonan dan kebun, terutama bambu dan jati. Pepohonan tersebut membuat suasana kampung terasa teduh sekaligus memperlihatkan hubungan yang kuat antara permukiman dengan alam. Rumah warga tidak berdiri sendiri di tengah lahan yang sepenuhnya tertutup bangunan, tetapi masih dikelilingi ruang hijau yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Keberadaan kebun juga memiliki fungsi bagi masyarakat. Lahan di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, sementara pepohonan memberikan sumber daya yang dapat digunakan dalam kehidupan rumah tangga. Pola seperti ini menunjukkan karakter masyarakat pedesaan yang masih memiliki hubungan langsung dengan lingkungan alam, berbeda dengan kawasan perkotaan yang ruang terbukanya semakin terbatas.
Baca Juga:CIMB Niaga Borong Tiga Penghargaan Bergengsi di Asian Banking & Finance Awards 2026 115 Warga Wancimekar Terima Bantuan Stimulan Rumah dari Kementrian PKP, Pemdes: Kami Siap Kawal sampai Tuntas
Ternak Domba
Selain berkebun dan bertani, sebagian masyarakat juga masih memelihara ternak, termasuk domba. Kandang ternak dapat ditemukan tidak jauh dari rumah warga dan menjadi bagian dari lingkungan permukiman. Keberadaan ternak tersebut memperlihatkan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat masih memiliki hubungan dengan kegiatan agraris dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar kampung.
Peternakan skala rumah tangga juga menjadi bagian dari pola kehidupan masyarakat pedesaan yang telah berlangsung secara turun-temurun. Rumah, kebun, sawah dan ternak berada dalam satu lingkungan yang saling berkaitan. Pola seperti ini memberikan gambaran bahwa kehidupan masyarakat Kampung Cijambe belum sepenuhnya terlepas dari sistem kehidupan pedesaan yang mengandalkan lahan dan sumber daya lokal.
Ujung Selatan Kabupaten Bekasi
Kampung Cijambe berada di wilayah selatan Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, yang memiliki karakter geografis berbeda dengan wilayah Bekasi yang lebih dekat dengan pusat perkotaan dan kawasan industri. Wilayah ini berdekatan dengan Kecamatan Bojongmangu serta memiliki akses menuju Cariu, Kabupaten Bogor. Posisi tersebut membuat suasana kampung terasa lebih dekat dengan kawasan pedesaan dan perbukitan dibandingkan dengan citra Bekasi sebagai kawasan industri.
