Dalam perjalanan menuju kawasan tersebut juga terlihat jembatan yang menjadi salah satu penanda batas wilayah antara Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Bojongmangu. Letak geografis ini memperlihatkan bahwa Kabupaten Bekasi memiliki wilayah yang cukup beragam. Di bagian tertentu pembangunan berkembang sangat cepat, sementara di wilayah selatan masih terdapat kampung yang mempertahankan karakter pedesaan dan kehidupan masyarakat yang sederhana.
Akses Jalan Hambatan
Di balik keunikan dan suasana alami Kampung Cijambe, persoalan infrastruktur juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Beberapa titik akses jalan menuju kawasan tersebut masih terlihat rusak sehingga pengendara harus berhati-hati ketika melintas. Kondisi jalan menjadi gambaran bahwa perkembangan wilayah belum sepenuhnya dirasakan secara merata hingga ke kawasan pedesaan di bagian selatan.
Padahal akses jalan memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat. Jalan menjadi penghubung warga dengan pusat ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan maupun kebutuhan sehari-hari. Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas pertanian dan peternakan, akses yang baik juga penting untuk membawa hasil produksi keluar kampung. Karena itu, pembahasan mengenai Kampung Cijambe tidak hanya berbicara tentang budaya dan rumah tradisional, tetapi juga tentang kebutuhan dasar masyarakat terhadap infrastruktur yang layak.
Baca Juga:CIMB Niaga Borong Tiga Penghargaan Bergengsi di Asian Banking & Finance Awards 2026 115 Warga Wancimekar Terima Bantuan Stimulan Rumah dari Kementrian PKP, Pemdes: Kami Siap Kawal sampai Tuntas
Kampung Sunda di Zaman Modern
Kampung Cijambe memperlihatkan sisi lain Kabupaten Bekasi yang mungkin tidak banyak diketahui masyarakat luas. Di balik kawasan industri yang identik dengan pabrik dan pembangunan modern, masih terdapat masyarakat yang hidup dalam suasana pedesaan dengan rumah kayu, leuit, kebun, sawah, ternak dan berbagai peralatan tradisional. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa perkembangan wilayah tidak serta-merta menghapus seluruh karakter kehidupan masyarakat yang telah tumbuh sebelumnya.
Yang membuat kampung ini menarik bukan hanya bentuk rumah tradisionalnya, tetapi karena berbagai unsur tersebut masih menjadi bagian dari kehidupan warga. Rumah masih dihuni, amben masih digunakan untuk bersantai, tungku masih digunakan untuk memasak dan kebun serta ternak masih menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Dengan demikian, Kampung Cijambe bukan sekadar tempat yang menyimpan bangunan lama, tetapi merupakan ruang kehidupan yang masih mempertahankan sebagian identitas budaya Sunda.
