13. Siapkan Pertanyaan untuk Pewawancara
Ketika HRD berkata, “Apakah ada yang ingin ditanyakan?”, jangan langsung menjawab:
“Tidak ada.”
Kesempatan tersebut justru bisa digunakan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik terhadap posisi yang dilamar.
Contohnya:
“Untuk posisi ini, indikator keberhasilan yang biasanya digunakan perusahaan dalam tiga bulan pertama apa saja?”
Atau:
Baca Juga:Jangan Cuma ke Mall! Ini 13 Wisata Edukasi di Bekasi yang Bikin Liburan Anak Jadi Lebih BerisiSalah Beli Bisa Fatal! Ini 14 Tips Memilih Mobil Pick Up Bekas Buat Angkut Sawit agar Tak Cepat Turun Mesin
“Bagaimana proses onboarding bagi karyawan baru di posisi ini?”
Pertanyaan seperti itu lebih menunjukkan ketertarikan terhadap pekerjaan dibanding sekadar bertanya tentang kapan gajian.
Pertanyaan Interview yang Sering Dianggap Menjebak
Selain pertanyaan umum, kandidat sebaiknya berlatih menghadapi beberapa pertanyaan berikut:
“Apa kelemahan terbesar Anda?”
→ Sebutkan kelemahan yang nyata tetapi sedang diperbaiki.
“Kenapa kami harus memilih Anda?”
→ Hubungkan pengalaman dan kemampuan dengan kebutuhan posisi.
“Kenapa meninggalkan pekerjaan sebelumnya?”
→ Fokus pada alasan profesional dan rencana karier, bukan menjelekkan perusahaan lama.
“Berapa gaji yang Anda harapkan?”
→ Berikan rentang berdasarkan riset dan pengalaman.
“Ceritakan kegagalan terbesar Anda.”
→ Gunakan pola masalah, tindakan, hasil dan pembelajaran.
“Bagaimana jika Anda tidak setuju dengan atasan?”
→ Jelaskan cara menyampaikan pendapat secara profesional sekaligus tetap menghormati keputusan akhir.
Pertanyaan-pertanyaan situasional seperti ini memang dirancang untuk menggali bagaimana kandidat menghadapi kondisi yang mungkin terjadi di tempat kerja.
