KARAWANG, KBEONLINE.ID — Pemerintah Kabupaten Karawang resmi menggelar ajang Karawang Urban Culture volume ke-2 di Lapangan Karangpawitan pada Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Karawang yang ke-393. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian, Camat, serta ribuan masyarakat Karawang yang antusias memadati lokasi.
Wakil Bupati Karawang, Maslani, dalam sambutannya menyampaikan pesan hangat serta apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang turut hadir dan memeriahkan acara tahunan ini.
“Yang saya hormati Pak Asisten 3 Karawang, yang saya hormati para staf ahli Bupati, yang saya hormati para Kepala OPD, para Kabag, para Camat, dan seluruh masyarakat Karawang yang saya cintai dan saya banggakan,” ujat Maslani, Jumat (11/9).
Baca Juga:Komisi I DPRD Karawang Dorong Tunjangan Purnabakti Anggota BPD Masuk APBDesJadwal Bioskop Trans TV Jumat 11 September 2026 Lengkap Sinopsis, Malam Ini Nonton Hostiles dan Bel Canto
Maslani mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini dalam keadaan aman dan lancar di pusat kota Karawang.
“Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di Lapangan Karangpawitan dalam acara Urban Culture volume ke-2,” ucapnya.
Dalam sambutannya, Maslani juga menguraikan transformasi Karawang dari daerah agraris menjadi pusat industri nasional yang dinamis.
“Karawang adalah daerah yang menarik, dari identitas sebagai lumbung padi nasional hingga kini berkembang pesat menjadi pusat industri strategis di Indonesia. Transformasi ini tidak hanya mengubah wajah pembangunan fisik kita, tetapi juga melahirkan dinamika sosial dan gaya hidup baru. Sebuah urban culture atau kebudayaan perkotaan yang unik, inklusif, dan penuh daya cipta,” tutur Maslani.
Ia menambahkan bahwa ajang Karawang Urban Culture Vol. 2 tidak sekadar menghadirkan hiburan visual dan seni bagi warga, melainkan menjadi cermin dari kemajuan daerah.
“Melalui Karawang Urban Culture volume ke-2, kita tidak sekadar menyajikan hiburan bagi masyarakat, tetapi refleksi diri Karawang yang maju dan modern, daerah yang kreatif, adaptif, dan kolaboratif,” jelasnya.
Keragaman pertunjukan yang ditampilkan dalam acara ini mencakup musik modern, komedi, musik Islami, tarian seni, barongsai, tari tradisional dari paguyuban sanggar tari, hingga kolaborasi musik lokal. Menurut Maslani, hal ini membuktikan bahwa warga Karawang mampu menjaga tradisi di tengah arus modernisasi.
