AMOLED memiliki salah satu kekurangan yang tidak terlalu menjadi masalah pada LCD, yaitu potensi burn-in.
Burn-in terjadi ketika elemen gambar statis yang ditampilkan dalam waktu lama meninggalkan jejak permanen atau semi permanen pada panel.
Contohnya dapat berupa ikon aplikasi, bilah navigasi atau elemen antarmuka yang terus berada di posisi sama.
Baca Juga:17 Tips Mengatur Uang Anak Kos agar Tak Boncos Sebelum Akhir Bulan, No 16 Sering Disepelekan!Rekomendasi 11 Tempat Melihat Sunset di Tambun Selatan, Tak Perlu Jauh-Jauh Cari Senja Cantik
Produsen smartphone telah mengembangkan berbagai cara untuk mengurangi risiko tersebut, tetapi secara karakter teknologi, OLED tetap memiliki potensi burn-in.
10. Ketahanan terhadap Penggunaan Jangka Panjang
IPS LCD tidak memiliki masalah burn-in dengan karakter yang sama seperti OLED.
Namun, bukan berarti LCD pasti lebih awet dalam semua kondisi. Kualitas panel, panas, tekanan fisik, kelembapan, usia komponen dan cara penggunaan tetap memengaruhi umur layar.
Pada AMOLED, degradasi piksel juga dapat terjadi seiring waktu karena material organiknya mengalami perubahan akibat penggunaan.
11. Kenyamanan untuk Mata
Bagian ini tidak bisa dijawab hanya dengan mengatakan AMOLED atau IPS LCD pasti lebih nyaman.
Kenyamanan mata sangat dipengaruhi oleh tingkat kecerahan, lingkungan, ukuran teks, jarak melihat layar, refresh rate dan karakteristik dimming panel.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan pada sejumlah OLED/AMOLED adalah PWM atau Pulse Width Modulation. Teknologi ini digunakan pada banyak layar untuk mengatur tingkat kecerahan dengan menyalakan dan mematikan cahaya secara sangat cepat.
Baca Juga:14 Tempat Praktik Dokter Gigi di Tambun Selatan, Pilihannya Makin Banyak dan Tak Harus ke Bekasi Kota14 Toko Pakaian Murah di Tambun Selatan, Berburu Outfit Kekinian Tak Perlu Bikin Dompet Menipis!
Sebagian pengguna yang sensitif terhadap flicker dapat mengalami ketidaknyamanan ketika menggunakan layar tertentu, terutama pada tingkat kecerahan rendah. Android Authority juga mencatat bahwa sensitivitas terhadap PWM berbeda-beda pada setiap orang.
Jadi, AMOLED tidak otomatis berarti lebih melelahkan untuk mata, begitu pula IPS LCD tidak otomatis selalu lebih nyaman.
12. Refresh Rate Bukan Ditentukan AMOLED atau IPS
Kesalahpahaman lain yang cukup sering muncul adalah anggapan bahwa AMOLED pasti memiliki refresh rate lebih tinggi.
Padahal refresh rate merupakan karakteristik lain.
Saat ini terdapat AMOLED 60Hz, 90Hz, 120Hz dan lebih tinggi. IPS LCD juga tersedia dengan refresh rate tinggi.
Refresh rate 120Hz, misalnya, membuat animasi dan scrolling terlihat lebih mulus dibandingkan 60Hz. Jadi ketika membandingkan dua HP, jenis panel dan refresh rate perlu dilihat sebagai dua spesifikasi berbeda.
