BAZNAS RI Beberkan 3 Langkah Strategis Dongkrak Kepercayaan Donatur ZIS

Baznas
Baznas RI ungkap 3 strategi dalam upaya meningkatkan kepercayaan donatur ZIS (Baznas)
0 Komentar

JAKARTA, KBEonline.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengungkapkan tiga langkah strategis dalam komunikasi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Strategi ini menempatkan kepercayaan publik (public trust) sebagai faktor kunci yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk berdonasi secara berkelanjutan.

Kepala Divisi Pengumpulan Digital BAZNAS RI, Fahrudin, menyatakan bahwa lembaga filantropi saat ini dituntut untuk terus beradaptasi menyikapi perubahan perilaku masyarakat dan pesatnya perkembangan ekosistem komunikasi digital.

“Pertama, connect the data, yaitu mengintegrasikan data komunikasi, media, digital, donatur, dan fundraising. Komunikasi dan fundraising perlu dipandang sebagai satu perjalanan yang saling terhubung, bukan sebagai dua fungsi yang berjalan secara terpisah,” ujar Fahrudin dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Baca Juga:LRT Jabodebek Imbau Penumpang Segera Lapor Jika Merasa Tidak Aman, Begini Cara dan Langkahnya!GRATIS! Pelanggan Kini Bisa Manfaatkan Pos Kesehatan LRT Jabodebek

Langkah kedua, lanjut Fahrudin, adalah measure trust atau membangun kerangka pengukuran kepercayaan. Menurutnya, indikator keberhasilan komunikasi tidak lagi cukup hanya mengandalkan jangkauan (reach), interaksi (engagement), atau nilai publikasi media. Pengukuran harus bergeser ke ranah substantif, seperti sentimen, kredibilitas pesan, tingkat keyakinan donatur, konversi, retensi, hingga donasi berulang (repeat donation).

Sementara itu, langkah ketiga adalah turn data into decision. Fahrudin menegaskan pentingnya memastikan setiap hasil pengukuran data dapat diterjemahkan menjadi keputusan dan tindakan konkret.

Ia menekankan bahwa laporan evaluasi tidak boleh sekadar menyajikan angka, melainkan harus mampu menjawab pertanyaan “So what?” dan “What’s next?”. Jawaban atas kedua pertanyaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan pesan, pilihan kanal, segmentasi audiens, waktu eksekusi, hingga alokasi anggaran komunikasi.

“Dalam penghimpunan ZIS, kepercayaan menjadi bagian penting dalam perjalanan masyarakat sebelum memutuskan berdonasi. Prosesnya dimulai dari mengenal lembaga, mempertimbangkan, membangun kepercayaan, berdonasi, kembali berdonasi, hingga merekomendasikan kepada orang lain,” jelas Fahrudin.

Tantangan komunikasi saat ini, sambung Fahrudin, bukan lagi seberapa banyak orang yang melihat pesan, melainkan sejauh mana komunikasi tersebut mampu membangun kepercayaan dan mendorong perubahan perilaku.

Pendekatan ini sejalan dengan kerangka pengukuran yang dikembangkan BAZNAS, yang memetakan alur keputusan donatur mulai dari attention, trust, confidence, action, hingga pembentukan long-term relationship. Lewat metode ini, efektivitas komunikasi dapat terhubung langsung dengan indikator pengumpulan dana, seperti akuisisi donatur, retensi, dan lifetime value.

0 Komentar