4. Buat subjek email yang jelas
Jangan mengirim email dengan subjek seperti “Halo” atau “Menanyakan Lamaran”.
Gunakan subjek yang langsung menunjukkan maksud pesan, misalnya “Follow Up Lamaran – Content Writer – Tekad Triyanto”.
Subjek yang jelas membantu rekruter memahami isi email bahkan sebelum membuka pesannya. Indeed juga merekomendasikan penggunaan posisi yang dilamar dalam subjek follow up.
5. Ingatkan HR siapa diri Anda
Jangan berasumsi rekruter langsung mengingat semua kandidat.
Baca Juga:Rekomendasi 12 Wedding Organizer di Jatibening Bekasi, Ada yang Tawarkan Paket Pernikahan dari Dekorasi hingga12 Cara Meningkatkan Konsentrasi Saat Belajar, Nomor 7 Sering Diabaikan Padahal Penting
Awali pesan dengan nama lengkap, posisi yang dilamar, serta tanggal pengiriman lamaran atau wawancara. Informasi singkat tersebut membuat HR lebih mudah menemukan kembali data kandidat.
Cara ini jauh lebih efektif dibandingkan hanya menulis, “Pak/Bu, bagaimana dengan lamaran saya?”
6. Sampaikan tujuan secara langsung
Follow up bukan tempat untuk menulis cerita panjang mengenai perjalanan mencari pekerjaan.
Sampaikan tujuan secara sederhana. Misalnya, tanyakan apakah terdapat perkembangan terbaru mengenai proses seleksi untuk posisi yang dilamar.
Indeed menyarankan pesan follow up dibuat singkat, jelas dan tetap menunjukkan ketertarikan terhadap posisi tersebut.
7. Tunjukkan ketertarikan tanpa memohon
Kalimat seperti “Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini” sebaiknya dihindari.
Alih-alih menonjolkan kebutuhan pribadi, tekankan ketertarikan terhadap posisi dan perusahaan. Kandidat juga dapat menyebutkan satu kemampuan yang relevan dengan pekerjaan tersebut.
Baca Juga:Rekomendasi 11 Tempat Cuci Sepatu di Tambun Selatan, Ada yang Bisa Deep Cleaning hingga ReglueNoda Minyak di Dapur Bikin Kesal? Ini 11 Cara Membersihkannya, Nomor 7 Jarang Diketahui
Dengan begitu, follow up bukan hanya menjadi pengingat, tetapi sekaligus memperkuat alasan mengapa kandidat layak dipertimbangkan.
8. Jangan mengirim pesan berkali-kali
Ini salah satu kesalahan yang paling perlu dihindari.
Jika sudah mengirim follow up tetapi belum mendapat jawaban, jangan langsung mengirim pesan baru keesokan harinya dengan pertanyaan yang sama.
Glints menyarankan kandidat tidak melakukan follow up berulang kali karena dapat membuat rekruter merasa terganggu.
Indeed juga menyarankan agar jumlah follow up dibatasi dan diberi jarak yang wajar.
9. Pilih waktu mengirim yang tepat
Hindari mengirim pesan kepada HR pada tengah malam, dini hari, atau waktu yang tidak lazim untuk komunikasi pekerjaan.
Jika menggunakan email, pilih jam kerja dan hari kerja. Untuk WhatsApp, pertimbangkan juga kebiasaan komunikasi yang sebelumnya digunakan oleh rekruter.
