12 Cara Follow Up Lamaran Kerja Tanpa Terlihat Memaksa, Nomor 5 Sering Bikin Kandidat Gagal

Ilustrasi seseorang sedang mengecek email dan menunggu kabar dari perusahaan setelah mengirimkan lamaran kerja
Ilustrasi seseorang sedang mengecek email dan menunggu kabar dari perusahaan setelah mengirimkan lamaran kerja.
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Menunggu kabar setelah mengirim lamaran kerja menjadi salah satu fase yang paling membuat pencari kerja tidak tenang.

Apalagi jika posisi yang dilamar sudah sangat sesuai dengan pengalaman dan kemampuan, tetapi perusahaan belum memberikan informasi mengenai kelanjutan proses seleksi.

Dalam kondisi tersebut, melakukan follow up sebenarnya sah-sah saja.

Bahkan, follow up dapat menjadi cara untuk kembali mengingatkan rekruter mengenai lamaran yang sudah dikirim sekaligus menunjukkan bahwa kandidat masih memiliki ketertarikan terhadap posisi tersebut.

Baca Juga:Rekomendasi 12 Wedding Organizer di Jatibening Bekasi, Ada yang Tawarkan Paket Pernikahan dari Dekorasi hingga12 Cara Meningkatkan Konsentrasi Saat Belajar, Nomor 7 Sering Diabaikan Padahal Penting

Namun, cara dan waktunya perlu diperhatikan agar tidak berubah menjadi tindakan yang justru mengganggu.

Dilansir dari laman Indeed Kamis, (22/10/2026) menyarankan pencari kerja menunggu sekitar lima sampai tujuh hari kerja setelah mengirim lamaran sebelum melakukan follow up apabila perusahaan tidak memberikan jadwal khusus.

Sementara setelah wawancara, pendekatan waktunya dapat berbeda, termasuk mengirim ucapan terima kasih dalam 24 jam dan melakukan follow up berikutnya setelah beberapa hari atau sesuai jadwal yang diberikan rekruter.

Lantas, bagaimana cara follow up lamaran kerja yang tetap sopan tetapi tidak terlihat memaksa? Simak 12 cara follow up lamaran kerja tanpa terlihat memaksa.

1. Tunggu beberapa hari setelah mengirim lamaran

Jangan langsung menghubungi HR beberapa jam setelah CV dikirim.

Berikan waktu kepada perusahaan untuk memeriksa lamaran yang masuk. Jika tidak ada informasi mengenai jadwal seleksi, pencari kerja dapat menunggu sekitar lima sampai tujuh hari kerja sebelum mengirim follow up pertama.

2. Perhatikan batas waktu yang diberikan perusahaan

Jika dalam lowongan atau wawancara HR sudah menyampaikan kapan kandidat akan mendapatkan kabar, jadikan informasi tersebut sebagai patokan.

Misalnya, rekruter mengatakan hasil seleksi akan diberikan dalam dua minggu. Hindari menanyakan hasil sebelum tenggat tersebut lewat.

Baca Juga:Rekomendasi 11 Tempat Cuci Sepatu di Tambun Selatan, Ada yang Bisa Deep Cleaning hingga ReglueNoda Minyak di Dapur Bikin Kesal? Ini 11 Cara Membersihkannya, Nomor 7 Jarang Diketahui

Mengikuti jadwal yang sudah disampaikan perusahaan menunjukkan bahwa kandidat mampu menghargai proses rekrutmen.

3. Gunakan email jika tidak ada kanal lain

Email menjadi pilihan yang relatif aman untuk melakukan follow up karena pesan dapat dibaca rekruter ketika mereka memiliki waktu.

Glints juga menyarankan email sebagai kanal awal dibandingkan langsung menghubungi nomor pribadi HR melalui WhatsApp, kecuali sebelumnya rekruter memang telah membuka komunikasi melalui WhatsApp.

0 Komentar