12 Cara Follow Up Lamaran Kerja Tanpa Terlihat Memaksa, Nomor 5 Sering Bikin Kandidat Gagal

Ilustrasi seseorang sedang mengecek email dan menunggu kabar dari perusahaan setelah mengirimkan lamaran kerja
Ilustrasi seseorang sedang mengecek email dan menunggu kabar dari perusahaan setelah mengirimkan lamaran kerja.
0 Komentar

Tujuannya sederhana: pesan terlihat profesional dan tidak memberi kesan kandidat tidak memahami batas komunikasi kerja.

10. Jika sudah interview, kirim ucapan terima kasih

Follow up tidak selalu harus berupa pertanyaan tentang hasil seleksi.

Setelah wawancara, kandidat dapat mengirim pesan terima kasih terlebih dahulu. Pesan tersebut dapat berisi apresiasi atas kesempatan wawancara dan penegasan bahwa kandidat tetap tertarik dengan posisi yang dibicarakan.

Indeed menyebut pesan terima kasih setelah interview sebagai salah satu bentuk follow up profesional yang dapat memperkuat kesan kandidat.

11. Manfaatkan follow up untuk memberikan informasi tambahan

Baca Juga:Rekomendasi 12 Wedding Organizer di Jatibening Bekasi, Ada yang Tawarkan Paket Pernikahan dari Dekorasi hingga12 Cara Meningkatkan Konsentrasi Saat Belajar, Nomor 7 Sering Diabaikan Padahal Penting

Ada kalanya setelah interview kandidat baru menyadari ada informasi penting yang belum sempat disampaikan.

Follow up dapat digunakan untuk memberikan tambahan yang benar-benar relevan, misalnya portofolio terbaru, sertifikasi, atau jawaban yang ingin diperjelas dari pembahasan wawancara.

Namun, jangan mengirim dokumen tambahan hanya untuk membuat alasan menghubungi HR.

12. Tahu kapan harus berhenti

Follow up memang penting, tetapi pencari kerja juga harus mengetahui kapan waktunya berhenti menunggu.

Jika sudah mengirim follow up secara wajar tetapi perusahaan tetap tidak memberikan kabar, jangan terus-menerus mengirim pesan.

Indeed menyebut kandidat dapat melakukan follow up kembali setelah jeda yang cukup, tetapi jika tetap tidak ada respons, pencari kerja sebaiknya melanjutkan pencarian ke peluang lain.

0 Komentar