KBEOnline.id, DEPOK – Menepis anggapan bahwa usia tua identik dengan kepasifan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menggebrak lewat peluncuran Program PNM Lansiapreneur.
Berlokasi di Panti Werdha Muslim Rumah Oma, Depok, Jawa Barat, inisiatif ini hadir untuk menyuntikkan semangat baru bagi warga lanjut usia di Jabodetabek agar tetap sehat, aktif, dan mandiri secara ekonomi, fisik, maupun mental.
Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan Baznas RI, Rizaludin Kurniawan, menegaskan bahwa keberadaan program ini dirancang secara holistik dengan memadukan aspek kesehatan, ekonomi produktif, dan pendekatan spiritualitas.
Baca Juga:Permen PU Segera Terbit, Tarif Tol Cibitung-Cilincing Bakal Turun?Unggul Sisi Layanan hingga Digitalisasi, KAI Logistik Resmi Jadi BUMN Logistik Terbaik 2026
“Program PNM Lansiapreneur ini bukan sekadar bantuan karitatif, melainkan upaya Baznas RI bersama PNM untuk memastikan para lansia tetap sehat, berdaya, dan memiliki aktivitas yang produktif serta membahagiakan di masa tua mereka,” tegas Rizaludin di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Kolaborasi Strategis Berkelanjutan Antara BUMN dan Baznas
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengapresiasi sinergi jangka panjang yang terus terbangun erat dengan Baznas RI. Setelah sebelumnya sukses menyalurkan puluhan unit ambulans ke berbagai daerah, kedua pihak kini melangkah lebih jauh ke sektor pemberdayaan manusia, khususnya kelompok lanjut usia.”Kami mengapresiasi kemitraan bersama Baznas RI yang tidak berhenti pada penyediaan armada ambulans saja, tetapi kini berlanjut dengan rencana bantuan kemandirian warga senior melalui Lansiapreneur agar manfaat yang dihadirkan makin luas dan berkelanjutan,” jelas Kindaris.
Kombinasi Bisnis Sekaligus Terapi Jiwa
Di lapangan, bentuk pemberdayaan ini diwujudkan lewat aktivitas fisik ringan yang menyenangkan, yaitu peternakan ayam petelur dan budidaya ikan nila.
Pengurus Panti Werdha Muslim Rumah Oma, Heri, menceritakan bagaimana rutinitas memberi pakan ternak terbukti manjur menjadi sarana terapi psikologis yang mengusir rasa jenuh para lansia.
“Sebelumnya di sini sudah banyak kegiatan, tapi dengan adanya program seperti beternak ayam petelur juga budidaya ikan, oma dan opa jadi lebih aktif dan ceria. Lihat ikan dan memberi makan ayam jadi seperti terapi,” ungkap Heri.
Kebahagiaan senada dirasakan oleh Wati (70 tahun), salah satu warga panti. Aktivitas menyiram tanaman dan merawat ternak bersama rekan-rekan sesama lansia memberinya alasan untuk tetap bangun pagi dengan penuh antusiasme dan kehangatan kebersamaan.
