KBEOnline.id, JAKARTA – Payung Hukum Integrasi Tarif Tol Cibitung-Cilincing Dinanti Pelaku Logistik
Penerbitan payung hukum integrasi tarif Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) dengan jaringan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) menjadi salah satu agenda yang dinanti pelaku usaha logistik. Regulasi tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan disparitas tarif sekaligus memperkuat konektivitas kawasan industri di timur Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Senior Consultant Supply Chain Indonesia, Sugi Purnoto, memperkirakan aturan berupa Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) tersebut berpeluang terbit dalam waktu dekat. Namun, keputusan final tetap bergantung pada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Kementerian PU.
Baca Juga:Unggul Sisi Layanan hingga Digitalisasi, KAI Logistik Resmi Jadi BUMN Logistik Terbaik 2026Aksi Cepat Baznas Hadapi Karhutla di 3 Pulau: Siapkan Air Bersih, Dapur Air, hingga Rumah Oksigen
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, paling tidak di bulan November 2026 kemungkinan bisa rilis, tetapi kembali lagi untuk SKnya, decision ada di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Kementerian PU,” kata Sugi, Sabtu (24/10/2026).
Kepastian regulasi menjadi penting karena integrasi tarif tidak hanya menyangkut kemudahan perjalanan, tetapi juga menentukan besarnya biaya distribusi barang. Tanpa skema yang kompetitif, tarif JTCC berpotensi mengurangi daya tarik jalur tersebut bagi perusahaan angkutan barang meskipun menawarkan konektivitas menuju pelabuhan.
Integrasi Tarif Tol Cibitung-Cilincing Jadi Sorotan FKBI
Persoalan tersebut turut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) Rencana Integrasi Layanan Jalan Tol Wilayah Jabodetabek yang diselenggarakan Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Forum tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Anggota BPJT Kementerian PU Sony Sulaksono Wibowo, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS) Gibran Sesunan, Sugi Purnoto dari Supply Chain Indonesia, serta perwakilan DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jakarta, Ahmad Sugiono.
Direktur Utama PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP Tollways), Derry Febrian Putra, bersama Direktur Erwan Dwi Winanto turut mendorong integrasi layanan dan tarif untuk meningkatkan efisiensi perjalanan serta mengoptimalkan pemanfaatan JTCC.
Derry menilai, keterjangkauan tarif menjadi salah satu faktor yang menentukan pilihan rute pengguna jalan. Karena itu, integrasi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan daya saing JTCC sekaligus memperlancar arus distribusi barang menuju Pelabuhan Tanjung Priok.
