“Integrasi tarif perlu dilihat sebagai upaya untuk meningkatkan manfaat jaringan jalan tol secara keseluruhan. Dengan skema yang tepat, integrasi diharapkan dapat memberikan pilihan perjalanan yang lebih efisien bagi pengguna, meningkatkan daya tarik JTCC, serta mendukung kelancaran arus logistik menuju Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Derry.
Meski demikian, CTP Tollways mengingatkan bahwa pemerintah dan operator perlu mengkaji dampak integrasi secara menyeluruh. Kajian tersebut harus memperhitungkan pengaruh terhadap ruas tol lain, keberlanjutan operasional, serta kebutuhan pengguna dengan karakteristik perjalanan yang berbeda.
Tarif Tinggi Dinilai Membebani Perusahaan Logistik
Sugi Purnoto menilai struktur tarif JTCC saat ini masih menjadi tantangan, terutama bagi kendaraan golongan II, III, IV, dan V. Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya perjalanan perusahaan logistik, padahal salah satu tujuan penggunaan jalan tol adalah memangkas waktu tempuh dan mendukung kepastian distribusi.
Baca Juga:Unggul Sisi Layanan hingga Digitalisasi, KAI Logistik Resmi Jadi BUMN Logistik Terbaik 2026Aksi Cepat Baznas Hadapi Karhutla di 3 Pulau: Siapkan Air Bersih, Dapur Air, hingga Rumah Oksigen
Dalam kajian yang dipaparkan kepada para pemangku kepentingan, Sugi juga menyoroti perbedaan porsi biaya tol terhadap uang jalan pengemudi. Pada jalur eksisting, komponen tersebut berada di kisaran 7–14%, sedangkan pada skenario perjalanan tertentu melalui JTCC angkanya berpotensi meningkat menjadi sekitar 28–40%.
Perbedaan itu menunjukkan bahwa penghematan waktu belum tentu sejalan dengan efisiensi biaya. Perusahaan angkutan tetap harus memperhitungkan tarif tol, biaya operasional, kondisi akses, frekuensi perjalanan, peluang memperoleh muatan balik atau backhaul, hingga jadwal closing time pelabuhan.
Ketua Umum DPW ALFI Jakarta Adil Karim, yang diwakili Ahmad Sugiono dalam FGD, menegaskan bahwa biaya tol memengaruhi margin keuntungan perusahaan logistik di tengah persaingan harga yang ketat.
Atas dasar itu, ALFI mendukung pembahasan integrasi dengan catatan skema yang dipilih benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha. Kebijakan tersebut juga perlu memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan, bukan sekadar mengejar waktu tempuh yang lebih singkat.
Tarif Telaga Asih-Tanjung Priok Berpotensi Turun lebih dari 70%
Salah satu gambaran manfaat integrasi muncul dalam studi yang dipaparkan Derry Febrian Putra. Dalam skema yang dikaji, tarif perjalanan Telaga Asih-Tanjung Priok pada segmen JTCC yang disebut sekitar Rp60.000 berpotensi turun menjadi Rp10.000–Rp12.000.
