Kementerian Keuangan juga memberikan kisaran enam hingga 12 bulan pengeluaran bagi keluarga atau orang dengan tanggungan finansial.
Semakin besar tanggungan dan semakin tidak pasti pendapatan, semakin penting memiliki cadangan yang lebih panjang.
4. Pekerja dengan Penghasilan Tidak Tetap Perlu Lebih Konservatif
Freelancer, pekerja proyek, pekerja dengan komisi, atau orang yang pendapatannya naik turun sebaiknya tidak menggunakan target minimum tiga bulan sebagai satu-satunya patokan.
Baca Juga:Tak Perlu Capek Sikat Sepatu Sendiri! Ini 13 Jasa Cuci Sepatu di Bintara BekasiMau Bangun atau Renovasi Rumah? Ini 13 Toko Bangunan di Cibarusah yang Bisa Jadi Pilihan
Cadangan enam hingga 12 bulan pengeluaran dapat memberikan ruang bernapas lebih panjang ketika pemasukan tiba-tiba turun.
Ini bukan berarti semua orang harus langsung memiliki dana darurat puluhan juta rupiah. Target dapat dibangun secara bertahap.
5. Gunakan UMK Depok Hanya sebagai Gambaran
UMK Kota Depok 2026 ditetapkan sebesar Rp5.522.662. Angka ini bisa digunakan untuk membuat simulasi, tetapi bukan berarti setiap pekerja Depok memiliki pengeluaran yang sama.
Contohnya, pekerja dengan gaji sekitar Rp5,5 juta mungkin tinggal bersama keluarga sehingga biaya tempat tinggalnya kecil.
Sementara pekerja lain harus membayar kos, transportasi harian, makan dan cicilan.
Karena itu, dua orang dengan gaji sama bisa memiliki kebutuhan dana darurat yang sangat berbeda.
6. Pisahkan Dana Darurat dari Tabungan Harian
Kesalahan yang sering terjadi adalah mencampurkan dana darurat dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga:12 Cara Cepat Menghafal Kosakata Bahasa Inggris, Nomor 6 Bikin Kata Baru Lebih Mudah NempelJangan Tunggu Ban Botak! Ini 13 Cara Merawat Ban Motor agar Lebih Awet dan Aman
Akibatnya, saldo yang seharusnya menjadi cadangan justru terpakai untuk makan di luar, belanja, liburan atau kebutuhan konsumtif.
Buat rekening khusus jika memungkinkan. Tujuannya sederhana, yakni membuat uang tersebut tidak mudah terpakai.
Kementerian Keuangan juga menyarankan penggunaan rekening terpisah untuk membantu menjaga dana darurat tetap aman.
7. Mulai dari Target Kecil
Tidak semua pekerja mampu langsung mengumpulkan dana darurat sebesar enam bulan pengeluaran.
Jika target terasa terlalu berat, pecah menjadi beberapa tahap.
Misalnya target pertama Rp1 juta. Setelah tercapai, naikkan menjadi Rp3 juta, kemudian Rp6 juta dan seterusnya.
Dengan cara tersebut, target besar terasa lebih realistis dan tidak membuat anggaran bulanan langsung jebol.
8. Sisihkan Uang Begitu Gajian
Jangan menunggu uang tersisa di akhir bulan.
Cara yang lebih mudah adalah menentukan nominal khusus sejak awal menerima gaji.
