Gaji Rp5,5 Juta di Depok, Berapa Dana Darurat yang Ideal? Ini 13 Cara Menghitungnya

Ilustrasi pekerja sedang mengatur keuangan dan menghitung dana darurat. 
Ilustrasi pekerja sedang mengatur keuangan dan menghitung dana darurat. 
0 Komentar

Misalnya seseorang memiliki target menyisihkan Rp500 ribu setiap bulan. Begitu gaji masuk, uang tersebut langsung dipindahkan ke rekening dana darurat.

Kementerian Keuangan menyebut penyisihan sekitar 10–15 persen dari penghasilan dapat menjadi salah satu cara membangun dana darurat, meski angka tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

9. Manfaatkan Bonus untuk Mempercepat Target

Bonus, THR, honor tambahan atau pemasukan tidak rutin bisa menjadi kesempatan memperbesar dana darurat.

Tidak harus seluruhnya dimasukkan.

Baca Juga:Tak Perlu Capek Sikat Sepatu Sendiri! Ini 13 Jasa Cuci Sepatu di Bintara BekasiMau Bangun atau Renovasi Rumah? Ini 13 Toko Bangunan di Cibarusah yang Bisa Jadi Pilihan

Sebagian dapat digunakan untuk kebutuhan lain, sementara sebagian lagi ditambahkan ke dana darurat.

Strategi ini bisa mempercepat pencapaian target tanpa terlalu menekan gaji bulanan.

10. Bedakan Dana Darurat dan Dana Liburan

Saldo rekening yang diberi nama “tabungan” belum tentu merupakan dana darurat.

Dana liburan, uang untuk membeli ponsel baru, biaya menikah, atau uang muka kendaraan merupakan tujuan keuangan berbeda.

Dana darurat seharusnya digunakan untuk kejadian yang benar-benar mendesak dan tidak direncanakan.

Kementerian Keuangan mencontohkan kehilangan pekerjaan, kebutuhan medis mendadak, serta perbaikan rumah atau kendaraan yang sangat penting sebagai kondisi yang dapat menggunakan dana darurat.

11. Jangan Menggunakan Dana Darurat untuk Gaya Hidup

Diskon besar, konser, ganti ponsel atau liburan bukan alasan untuk mengambil dana darurat.

Baca Juga:12 Cara Cepat Menghafal Kosakata Bahasa Inggris, Nomor 6 Bikin Kata Baru Lebih Mudah NempelJangan Tunggu Ban Botak! Ini 13 Cara Merawat Ban Motor agar Lebih Awet dan Aman

Jika uang tersebut digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tujuan utama dana darurat menjadi hilang.

Pisahkan rekening dan tujuan sejak awal agar godaan menggunakan uang cadangan bisa ditekan.

12. Simpan di Tempat yang Mudah Dicairkan

Dana darurat harus mudah diakses ketika benar-benar dibutuhkan.

Kementerian Keuangan menyebut rekening tabungan sebagai salah satu pilihan karena relatif aman dan likuid. Beberapa instrumen lain juga dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan pemahaman risiko, termasuk deposito jangka pendek dan reksa dana pasar uang.

Namun, jangan mengejar keuntungan terlalu tinggi dengan mengorbankan kemudahan pencairan.

Tujuan utama dana darurat tetap sebagai cadangan ketika keadaan mendesak.

13. Isi Kembali Setelah Terpakai

Dana darurat bukan angka yang sekali tercapai kemudian selesai selamanya.

Jika sebagian digunakan karena kehilangan pekerjaan atau kebutuhan medis, saldo tersebut perlu dibangun kembali.

0 Komentar