BUPATI MARAH BESAR SAAT SIDAK, LANGSUNG SERET KE PROSES HUKUM
Kabar pabrik-pabrik menyeor data bohong alias ngibul ke Satgas Covid-19 telah santer sejaak usai libur lebaran pertengahan Mei lalu. Namun Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana dan rombongan baru melakukan sidak ke pabrik, Senin (5/7/2021) sore. Benar saja, rombongan dibuat tak bisa menahan amuk melihat temuan yang mengkhawatirkan saat tiba di lokasi sidak. Pekan pertama di bulan Juni ini Cellica didampingi Kapolres, Dandim, dan Kejari mendatangi dua pabrik di antaranya PT PT Asietex Sinar Indoprata dan PT Sumi Rubber Indonesia. Saat tba di TP Asietex, bupati dibuat kaget melihat angka kasus positif covid-19 di pabrik ini . Selama satu bulan terakhir tercatat sudah 50 karyawan yang terpapar, dan tidak ada satu pun yang dilaporkan ke satgas covid. Lebih parahnya lagi, sudah lebih dari satu tahun kndisi Karawang berstatus darurat pandemic, PT Asietex sama sekali tidak mempunyai satgas cvid-19 di ineral perusahaan mereka. Sontak bupati langsung naik pitam. Cellica memarahi salah seorang manajemen, bahkan meminta nomor telepon pemilik perusahaan dan melakukan komunikasi video call. Itu pun berlanjut ke pemilik perusahaan dan memintanya hadir untuk panggilan sidang di kantor Pemkab Karawang. “Pokoknya bapak harus datang besok dan saya tegaskan mau habis pulang dari Amerika mau dari Dubai pokoknya harus datang,” kata Cellica kepada bos PT Asietex Sinar Indopratama. Menurut dia, perusahaan tersebut, mendapatkan sanksi surat peringatan dan proses hukum pidana bila tidak mengindahkan arahan dari satgas. “Jujur saya sangat kecewa terhadap perusahaan ini, kami panggil langsung secara prosedur hukum akan tindaklanjuti. Karena agar supaya menjadi pembelajaran meski semua ini bisa diperbaiki nunggu nanti besok teknisnya, karena saat ini saya hanya dihadapkan dengan HRD nya saja yang tidak mengerti apa-apa,” ungkap Cellica. Usai dari PT Asietex rombongan bupati melanjutkan sidak ke PT Sumi Rubber Indonesia. Lagi-lagi rombongan dibuat kaget saat tahu pabrik ini sudah 540 karyawan terpapar covid-19. Bahkan 7 di antaranya meninggal dunia. Semua kasus arawan yang meninggal taka da satu pun yang dilaporkan ke satgas covid-19 Sementara itu, hasil sidak tersebut perusahaan mendapatkan Surat Peringatan (SP), dan panggilan sidang oleh Satgas Karawang pada besok pagi, Selasa (6/7/2021).