KBEONLINE.ID – Bagi pencari kerja, CV dan portofolio menjadi dua istilah yang sudah sangat familiar. Keduanya bahkan kerap diminta secara bersamaan dalam sebuah lowongan pekerjaan.
Namun, tidak sedikit pelamar yang masih menganggap CV dan portofolio sebagai dokumen yang sama.
Padahal, keduanya memiliki fungsi berbeda. CV digunakan untuk memberikan gambaran mengenai latar belakang profesional seseorang, sedangkan portofolio berisi bukti konkret berupa karya atau proyek yang pernah dikerjakan.
Baca Juga:Daftar 13 Pertanyaan Interview Kerja yang Sering Ditanyakan HRD dan Cara Menjawabnya, Jangan Grogi!15 Tempat Makan Keluarga di Tambun Selatan yang Cocok untuk Akhir Pekan, dari Saung Asri hingga Seafood Favori
Sejumlah sumber karier dan pendidikan juga menjelaskan bahwa CV umumnya memuat informasi seperti pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, serta pencapaian.
Sementara portofolio lebih menitikberatkan pada contoh hasil pekerjaan yang dapat menunjukkan kemampuan seseorang secara langsung.
Lantas, apa saja perbedaan CV dan portofolio yang perlu diketahui pencari kerja?
Berikut 12 perbedaan cv dan portofolio yang sering disalahpahami pencari kerja dikutip dari YouTube inggram sirpats Sabtu, (19/9/2026).
1. CV Menjelaskan Profil, Portofolio Menunjukkan Bukti
Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan informasi yang disampaikan.
CV menjelaskan siapa pelamar, bagaimana latar belakang pendidikan dan pekerjaannya, serta keterampilan apa yang dimiliki.
Sementara portofolio menunjukkan bukti dari kemampuan tersebut melalui karya atau proyek yang pernah dibuat.
Misalnya, seseorang menuliskan dalam CV bahwa dirinya memiliki kemampuan menulis artikel. Portofolio dapat berisi contoh artikel yang pernah ditulis sebagai bukti dari kemampuan tersebut.
2. Isi CV Lebih Banyak Berupa Riwayat, Portofolio Berisi Karya
Baca Juga:13 Bengkel Motor Dekat Stasiun Cikarang yang Bisa Jadi Pilihan Saat Mogok, Simpan Daftarnya!12 Cara Membuat CV yang Menarik untuk Fresh Graduate dan Pencari Kerja, No 11 Ampuh Dapat Panggilan!
CV biasanya memuat informasi seperti pengalaman kerja, pendidikan, keahlian, sertifikasi, pencapaian, dan informasi profesional lainnya.
Portofolio justru berisi hasil pekerjaan. Bentuknya dapat berupa artikel, desain, foto, video, proyek pemrograman, laporan, ilustrasi, hingga studi kasus, tergantung bidang pekerjaan.
Karena itu, memasukkan seluruh riwayat pekerjaan ke dalam portofolio bukan keharusan.
3. CV Tidak Sama dengan Kumpulan Hasil Kerja
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membuat CV dalam bentuk kumpulan screenshot pekerjaan.
Padahal, screenshot karya lebih tepat digunakan sebagai bagian dari portofolio.
CV seharusnya membantu perekrut memahami profil kandidat secara cepat, bukan menjadi galeri hasil pekerjaan.
4. Portofolio Tidak Harus Dimiliki Semua Profesi
