KARAWANG, KBEONLINE.ID – Ratusan siswa dari jenjang SD, SDIT, dan sederajat antusias mengikuti Gebyar Lomba Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), Literasi Matematika dan Sains (LMP), Olimpiade Guru Nasional (OGN), Calistung, Olahraga Tradisional (Oltrad), serta Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kecamatan Karawang Barat 2025 yang digelar di SDN Nagasari VI.
Ajang ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk menyalurkan bakat, mengasah kreativitas, serta menumbuhkan semangat berprestasi dan sportivitas. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di halaman SDN Nagasari VI dengan diikuti antusiasme tinggi dari siswa, guru, dan para orang tua yang turut mendukung jalannya perlombaan.
Ketua pelaksana, H. Nurohman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program lomba bidang olahraga dan prestasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Baca Juga:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 11 November 2025: Ada The Informer dan To Kill with Intrigue Lengkap SinopsisPertamina Patra Niaga Regional JBB Dukung Rumah Budidaya Maggot di Magoo Fest 2025
“Kegiatan ini adalah program resmi dari Kemendikbudristek yang bertujuan untuk memfasilitasi bakat siswa, membentuk mental sportif, serta meningkatkan prestasi dan mutu pendidikan,” ujarnya, Selasa (11/11).
Ia menjelaskan bahwa ajang tersebut diikuti oleh sebanyak 50 sekolah dari berbagai jenjang di Kecamatan Karawang Barat. “Total ada 50 sekolah, terdiri dari 39 sekolah negeri dan 11 sekolah swasta,” katanya.
H. Nurohman menambahkan bahwa kegiatan lomba digelar selama dua minggu penuh dengan jadwal perlombaan yang disesuaikan agar seluruh peserta dapat berpartisipasi dengan maksimal. “Pelaksanaannya berlangsung selama dua minggu agar setiap lomba bisa berjalan tertib dan merata,” jelasnya.
Beragam kategori perlombaan turut memeriahkan kegiatan ini, di antaranya KOSN untuk bidang olahraga, FLS2N untuk seni, FTBI untuk pelestarian bahasa daerah, LMP untuk literasi dan numerasi, pentas PAI, serta OGN untuk para guru.
Selain itu, terdapat pula lomba calistung bagi siswa kelas bawah, olahraga tradisional yang menumbuhkan semangat kebersamaan, serta pentas keagamaan yang mengasah nilai spiritual dan moral peserta didik.
H. Nurohman menegaskan, kegiatan ini tidak hanya fokus pada kompetisi siswa, tetapi juga memberikan ruang apresiasi bagi tenaga pendidik. “Kami juga menyelenggarakan lomba kompetensi guru berprestasi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, inovasi, dan profesionalisme para pendidik,” ungkapnya.
