BBM Langka, TPA Burangkeng Lumpuh

Puluhan truk sampah tertahan.
Aktivitas pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi lumpuh, Kamis (23/4/2026). --KBEONLINE.ID
0 Komentar

Menurut Samsuro, saat ini seluruh alat berat yang dioperasikan bukan milik Pemerintah Kabupaten Bekasi. Alat berat itu diperoleh dari penyewaan pihak ketiga. Penyewaan sudah termasuk unit, pemeliharaan, operator hingga BBM.

Karena itu, kata dia, BBM yang digunakan dikategorikan sebagai bahan bakar industri dengan harga yang berbeda dari pasaran, lebih tinggi. “Biasanya 15.000 sampai 16.000 rupiah per liter, sekarang katanya sampai 35.000 rupiah,” ucap dia.

Biasanya alat berat yang beroperasi berjumlah 22 unit. Menurut dia, setiap unit menghabiskan hingga 150 liter per hari. “Jadi kalau dihitung kebutuhannya sekitar 3.000an lliter sehari. Udah gitu barangnya gak ada lagi iya barangnya gak ada lagi. Katanya ini dampak dari perang itu yang di Iran-Israel,” kata dia.

Baca Juga:Rekomendasi Tablet Realme Pad Terbaik 2026, Layar Lega Harga Terjangkau, Cocok buat Gaming dan HarianTerungkap, Makam Viral di Setu Ternyata Makam Keluarga, Akses Jalan Tersandung Status Lahan

Samsuro menambahkan, pihak ketiga yang mengoperasikan alat berat pun mengajukan penyesuaian harga. “Emang udah ada sih dari kemarin semenjak minggu kemarin udah ada permohonan dari pihaknya dia untuk penyesuaian harganya lagi gitu. Harga sewanya disesuaikan lagi gitu karena dengan kondisi harga BBM yang melambung tinggi,” kata dia.

Hingga kini belum ada dampak lumpuhnya TPA Burangkeng terhadap pelayanan sampah di masyarakat. Namun bukan tidak mungkin dampaknya akan terasa dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya truk yang biasa mengangkut sampah di masyarakat tertahan di TPA. Di sisi lain belum diketahui kapan BBM akan tersedia. “Memang yang kami khawatirkan pelayanan itu. Berharap bisa segera ada,” tandasnya. (Iky)

0 Komentar