KBEonline.id, BEKASI – Aktivitas pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi lumpuh, Kamis (23/4/2026). Penyebabnya karena seluruh alat berat yang berfungsi menata sampah tidak dapat bekerja akibat lantaran kehabisan bahan bakar.
Puluhan ekskavator yang berada di sejumlah blok di gunungan sampah tidak bisa berfungsi. Begitu juga dengan puluhan truk yang tertahan di akses jalan menuju TPA Burangkeng. Truk tidak bisa beroperasi karena sampah pada baknya belum dipindahkan.
“Saya masuk jam 12 (siang) tadi. Sudah diam saja, enggak tahu harus gimana,” kata salah seorang sopir truk sampah. Bersama para sopir lainnya, dia hanya bisa menunggu. “Mau balik lagi gimana ini belum dipindahin. Di sini juga bingung juga sampai kapan ini,” kata pria yang mengaku mengangkut sampah di wilayah Cikarang Selatan.
Baca Juga:Rekomendasi Tablet Realme Pad Terbaik 2026, Layar Lega Harga Terjangkau, Cocok buat Gaming dan HarianTerungkap, Makam Viral di Setu Ternyata Makam Keluarga, Akses Jalan Tersandung Status Lahan
Berdasarkan pantauan “Cikarang Ekspres” di lokasi, tampak antrean puluhan truk di jalur masuk TPA Burangkeng. Seluruhnya truk menumpuk dengan sampah yang masih dalam gendongan. Tidak hanya itu, penumpukan truk juga terdapat di beberapa lapangan parkir. Bedanya, kalau biasa parkiran dipenuhi truk yang kosong, sekarang masih terisi sampah.
Aktivitas penataan sampah pun tidak terlihat. Puluhan sampah yang berada di gunungan sampah tidak berfungsi. Para pengemudinya juga hanya berbincang di beberapa warung kopi. “Ya sama bingung juga karena kan solarnya enggak ada,” ucap dia.
Lumpuhnya aktivitas di TPA Burangkeng disebabkan karena ketiadaan bahan bakar. Pihak operator disebut kesulitan memeroleh bahan bakar Minya (BBM) industri. Kalaupun tersedia, harganya melambung tinggi.
Hal itu dibenarkan Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Burangkeng pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Samsuro. Menurut dia, lumpuhnya TPA baru berlangsung sehari namun tidak diketahui hingga berapa lama.
“Kalau kemarinnya memang normal enggak ada masalah. Karena kan biasanya pesen, lagsung dikirim. Nah mulai hari ini mulai sulit. Pertama katanya karena BBM industri lagi naik-naiknya. Kedua karena dari penyedianya emang agak sulit katanya. Pesennya kemarin ya dikirimnya bisa satu dua hari. Sekarang enggak nyampe-nyampe. Sulit dapatnya,” ucap dia.
