KBEONLINE.ID KARAWANG – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan mahasiswa yang penuh tuntutan akademik, tak semua cerita berakhir dengan tawa. Ada sebagian yang harus berjuang dalam diam, bahkan untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Dari kegelisahan itulah, sebuah gerakan sederhana bernama Nasi Darurat Karawang (NDK) lahir sebagai bentuk kepedulian nyata.
Ramadhan Dwi Saputra, mahasiswa semester 6 Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), menjadi sosok di balik inisiatif ini. Pemuda yang akrab disapa Addon tersebut tergerak setelah melihat fenomena serupa di media sosial. Ia merasa Karawang, sebagai daerah dengan banyak mahasiswa rantau, membutuhkan gerakan serupa.
“Kenapa gerakan seperti ini tidak ada di Karawang, padahal banyak mahasiswa yang mungkin sedang kesulitan makan?” ujar Addon, Kamis (23/4).
Baca Juga:Persib VS Arema! Bojan Bingung Pilih Strater, Marcos Santos Siap Tekan Maung Bandung di Kandang Rekomendasi Touring Terbaik di Jawa Barat! Mulai dari Panas Karawang Tembus ke Tempat Paling Dingin!
Berangkat dari keresahan itu, Addon mulai merintis aksi berbagi secara personal. Ia mengawalinya dari hal kecil, seperti berbagi makanan saat momen ulang tahun dan berbagi iftar di bulan Ramadan. Kegiatan tersebut menjadi fondasi awal sebelum akhirnya NDK resmi dipublikasikan pada April 2026.
NDK hadir dengan tujuan yang sederhana namun mendalam, yakni memastikan tidak ada mahasiswa yang harus menahan lapar di tengah perjuangan menuntut ilmu. Dalam jangka pendek, program ini difokuskan sebagai respons darurat bagi mahasiswa yang benar-benar tidak memiliki biaya makan.
“Perut kosong bisa menghambat fokus belajar. Saya ingin memastikan teman-teman tetap bisa melanjutkan perjuangannya tanpa harus kelaparan,” kata Addon.
Sementara itu, dalam jangka panjang, NDK dirancang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan. Addon berharap program ini dapat berkembang dengan melibatkan relasi warung makan, relawan mahasiswa, hingga menjadi wadah kolaborasi kebaikan di Karawang.
Sasaran utama program ini adalah mahasiswa dan pelajar aktif di wilayah Karawang, khususnya mereka yang merantau dan berada dalam kondisi darurat pangan. Untuk menjaga ketepatan sasaran, NDK menerapkan proses verifikasi yang cukup ketat.
Mahasiswa yang ingin mendapatkan bantuan harus menunjukkan bukti sebagai mahasiswa aktif, seperti kartu tanda mahasiswa atau tangkapan layar sistem akademik. Selain itu, aspek kejujuran menjadi kunci utama dalam penyaluran bantuan.
