Karawang Tempati Peringkat Ketiga Kasus HIV di Jawa Barat! Paling Banyak Didominasi Kelompok Remaja

Staff Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang, Yana
Staff Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang, Yana
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG – Kabupaten Karawang saat ini berada dalam kondisi waspada terkait penyebaran virus HIV. Berdasarkan data terbaru, Karawang menempati peringkat ketiga dengan temuan kasus HIV tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Hal ini dipicu oleh tingginya angka penemuan kasus di lapangan yang terus dipantau secara intensif oleh pihak terkait.

Staff Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang, Yana, mengungkapkan bahwa secara kumulatif sejak tahun 2000 hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 4.733 kasus di Karawang. Memasuki triwulan pertama tahun 2026, ditemukan sebanyak 188 kasus baru. Meskipun terdapat penurunan tren tahunan dari 886 kasus pada 2024 menjadi 757 kasus di 2025, angka penemuan di awal tahun ini tetap menunjukkan perlunya pengawasan ketat.

Profil penderita kasus baru pada awal tahun ini didominasi oleh usia produktif, yakni antara 20 hingga 49 tahun dengan total 119 orang. Berdasarkan kelompok risiko, angka tertinggi berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) yang mencapai 76 kasus. Penularan ini sebagian besar diindikasikan akibat perilaku seks bebas, baik dalam hubungan sesama jenis maupun heteroseksual.Salah satu hal yang menjadi perhatian serius KPA Karawang adalah peningkatan temuan kasus di kalangan remaja usia 15-19 tahun. Pada tahun 2025, tercatat ada 38 kasus remaja, sementara hingga Maret 2026, sudah ditemukan 10 kasus baru pada kelompok usia sekolah dan mahasiswa. Kondisi ini menunjukkan bahwa virus HIV mulai menyasar generasi muda dengan pola penyebaran yang sangat cepat.

Baca Juga:Pembangunan Asrama Tiga Lantai Nahdlatul Islahiyah: Harapan Baru bagi Puluhan Anak di Adiarsa TimurSanema Tour Gelar Halalbihalal “Reconnect Baitullah”, Pererat Silaturahmi Jamaah Umrah

Yana menjelaskan bahwa kendala utama dalam penanganan HIV saat ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes secara dini.

“Masalah terbesar itu kesadaran. Banyak kelompok risiko yang belum sadar kalau mereka sudah tertular dan enggan tes sukarela. Biasanya, mereka baru mencari pengobatan kalau sudah jatuh sakit,” ujar Yana, Senin (27/4).

Guna menekan angka tersebut, pemerintah daerah melalui KPA Karawang terus menggencarkan edukasi dan penyebaran informasi, khususnya kepada kalangan muda. Tujuannya adalah membekali mereka dengan pemahaman yang benar mengenai risiko HIV/AIDS agar dapat menghindari perilaku seks bebas. Selain itu, pelacakan kasus (tracing) juga terus dilakukan melalui lingkungan pertemanan pasien yang sudah terkonfirmasi positif.

0 Komentar