Operasional TPA Burangkeng Kembali Normal, Begini Penampakannya

TPA burangkeng
Penampakan TPA Burangkeng yang kembali normal setelah sempat terkendala beberapa hari terakhir akibat lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) industri.
0 Komentar

KBEonline.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng kembali normal setelah sempat terkendala beberapa hari terakhir akibat lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) industri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait mengatakan, pengelolaan alat berat di TPA Burangkeng kini sepenuhnya menggunakan pihak ketiga dan dinilai lebih efektif menjaga stabilitas operasional.

“Seluruh alat berat yang beroperasi di TPA Burangkeng menggunakan pihak ketiga, dan ini sudah hampir masuk tahun kedua. Hasilnya lebih efektif karena tidak ada lagi alat yang rusak atau kekurangan,” kata Syafri Donny Sirait kepada Cikarang Ekspres, Senin (27/04).

Baca Juga:Kepergok Bawa Motor Dikejar Warga Terjun ke Irigasi di Majalaya, Baru Ditemukan Setelah 2 Hari  dan MeninggalLulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI, Begini Penjelasannya

Menurut Donny, sistem tersebut menjamin ketersediaan alat berat dan operator sehingga pengolahan sampah berjalan lancar. Saat ini antrean armada pengangkut sampah pun disebut sudah tidak ada lagi.

“Operator aman, alat juga tersedia, dan yang terpenting sekarang sudah tidak ada antrean. Itu yang kita jaga agar pelayanan tetap optimal,” katanya.

Donny menjelaskan, gangguan operasional sebelumnya dipicu kenaikan harga BBM industri yang cukup signifikan dan berada di luar perhitungan kontrak dengan pihak ketiga.

“Bukan karena kelangkaan, tetapi karena kenaikan harga BBM industri yang cukup tinggi dan di luar perhitungan kontrak. Itu yang sempat membuat operasional terhenti sementara,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan itu, DLH bersama pimpinan daerah menggelar rapat intensif hingga operasional kembali berjalan sejak Sabtu lalu. Sebagai bentuk penyesuaian anggaran, jumlah alat berat dikurangi dari sekitar 22 unit menjadi 18 unit.

Meski demikian, ia memastikan langkah efisiensi itu tidak mengurangi kualitas layanan persampahan kepada masyarakat.

“Sekarang sudah normal, tidak ada antrean, dan armada sudah bergerak kembali. Itu yang menjadi fokus utama kami saat ini,” tegasnya.

Baca Juga:30 Tahun Otda, Bupati Aep Tekankan Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Berpihak pada RakyatDLH Karawang Fokus Pembinaan Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat tidak membakar sampah, terutama menjelang musim kemarau karena berpotensi memicu kebakaran.

“Kami harapkan masyarakat tidak membakar sampah karena dampaknya sangat berbahaya, baik bagi lingkungan maupun kesehatan. Apalagi saat musim kering, risiko kebakaran semakin tinggi,” pungkasnya. (Iky)

0 Komentar