Korban Meninggal Tabrakan Kereta Bekasi Jadi 14 Orang

Korban tabrakan kereta
Jenazah Nurlaela (30), salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur dimakamkan.
0 Komentar

Sekadar informasi, insiden maut itu diduga bermula saat sebuah mobil taksi terserempet kereta di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.50 WIB. Pada saat bersamaan, KRL jurusan Cikarang tengah berhenti seperti biasa untuk menurunkan penumpang.

Namun perjalanan KRL tertunda akibat insiden di perlintasan tersebut hingga kemudian terjadi tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Korban Tewas Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang hingga Selasa (28/4) pukul 08.45 WIB.

Baca Juga:Relawan Mapalangit Biru STID Al Biruni Cirebon Tinggalkan Sumatra Utara, Ikatan Kemanusiaan Tetap TerjalinOperasional TPA Burangkeng Kembali Normal, Begini Penampakannya

Sementara 84 korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan seluruh korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” ujarnya dalam keterangan pers.

Penanganan korban dilakukan di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

KAI menyatakan proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara hati-hati dan terkoordinasi karena terdapat sejumlah korban yang membutuhkan penanganan khusus. Tim medis, Basarnas, KAI, dan instansi terkait terus bekerja di lapangan.

Wakil Menteri Perhubungan RI Suntana menyebut pemerintah bersama seluruh unsur terkait masih fokus pada penanganan korban serta akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada publik.

Selain penanganan korban, KAI memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka dan biaya pemakaman korban meninggal dunia ditanggung penuh oleh asuransi dan perusahaan.

Baca Juga:Kepergok Bawa Motor Dikejar Warga Terjun ke Irigasi di Majalaya, Baru Ditemukan Setelah 2 Hari  dan MeninggalLulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI, Begini Penjelasannya

Barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian juga telah diamankan melalui layanan lost and found dan dikoordinasikan bersama kepolisian guna mendukung proses identifikasi.

Untuk membantu keluarga korban, KAI membuka Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Keluarga juga dapat menghubungi Contact Center KAI 121 untuk memperoleh informasi.

0 Komentar