KBEonline.id- Setelah berbulan-bulan mengabdi di wilayah terdampak bencana, dua relawan Mapalangit Biru STID Al Biruni Cirebon, Salman “Nesting” dan Mudaris “Hendel”, resmi mengakhiri tugasnya di Dusun Hutaraja.
Keduanya merupakan bagian dari Satuan Tugas Kebencanaan Forum Komunikasi Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya (FK-KBPA-BR) yang sejak Desember 2025 aktif melakukan pendampingan masyarakat.
Dusun Hutaraja sempat menjadi kawasan terisolasi akibat bencana. Namun berkat ketahanan warga serta dukungan para relawan, desa tersebut perlahan pulih dan kembali menunjukkan geliat kehidupan.
Baca Juga:Operasional TPA Burangkeng Kembali Normal, Begini PenampakannyaKepergok Bawa Motor Dikejar Warga Terjun ke Irigasi di Majalaya, Baru Ditemukan Setelah 2 Hari dan Meninggal
Selama masa penugasan, Salman dan Mudaris turut mendampingi 43 keluarga yang bertahan, membantu proses pemulihan sosial dan memperkuat semangat kebersamaan warga.
Prosesi perpisahan berlangsung penuh kehangatan dan haru. Sebagai bentuk penghormatan, masyarakat setempat memberikan kain ulos kepada kedua relawan.
Ulos tersebut memiliki makna mendalam sebagai simbol kasih sayang, doa, dan ikatan kekeluargaan yang tidak terputus meski tugas telah usai.
Acara pelepasan diawali pada Jumat malam dengan makan bersama anggota Pos Masyarakat Penanganan Bencana (PMPB) HUNTAR (Hutaraja Haramonting). Dalam suasana santai, warga dan relawan berbagi cerita, tawa, dan kenangan yang telah terbangun selama masa pendampingan.
Ketua PMPB HUNTAR, Jonter Simatupang, menyampaikan pesan penuh makna.“Semoga kalian selalu sehat dan selamat sampai tujuan. Perpisahan ini bukan berarti kita saling melupakan. Hubungan kita tetap terjaga, silaturahmi terus berjalan. Kalian bukan lagi sekadar relawan, melainkan sudah menjadi keluarga kami. Aku tulang-mu, kalian bere-ku. Horas!” tuturnya.
Pesan serupa juga disampaikan Mang Achil dari GPA Bandung, relawan senior yang mendampingi selama di lokasi.
Ia berpesan agar kedua relawan menjaga kesehatan dan tetap berhati-hati dalam perjalanan pulang.
Baca Juga:Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI, Begini Penjelasannya30 Tahun Otda, Bupati Aep Tekankan Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Berpihak pada Rakyat
Berakhirnya masa tugas ini menandai selesainya satu misi kemanusiaan di Hutaraja.
Meski demikian, kehadiran para relawan telah meninggalkan jejak yang lebih dari sekadar bantuan yakni rasa persaudaraan dan solidaritas yang akan terus hidup di tengah masyarakat. (sung)
