kbeonline.id – Laga pekan ke-30 BRI Super League 2025-2026 antara Malut United dan PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Selasa (28/4/2026), berlangsung tak biasa. Kick-off yang seharusnya dimulai pukul 19.00 WIB harus mundur satu jam karena hujan deras membuat lapangan tergenang. Setelah kondisi memungkinkan, wasit Iqballudin akhirnya memulai pertandingan.
Babak Pertama: Dominan Tanpa Gol
Sejak awal, Malut United langsung mengambil inisiatif serangan. Nama-nama seperti David da Silva, Tyronne Del Pino, hingga Ciro Alves bergantian menekan lini belakang PSBS. Dukungan dari Yakob Sayuri dan kolega juga membuat tekanan semakin intens.
Meski begitu, efektivitas jadi masalah di 45 menit pertama. Peluang demi peluang tercipta, tapi belum ada yang benar-benar berujung gol. Bahkan, gol David di injury time babak pertama harus dianulir karena offside. PSBS sendiri sesekali mengancam lewat serangan balik, namun masih bisa diredam dengan cukup rapi.
Baca Juga:Persib Siap Hadapi Bhayangkara, Hodak Fokus Benahi FinishingPersija Bangkit, Mauricio Bidik Akhir Musim yang Manis
Babak Kedua: Gol Datang Bertubi-tubi
Memasuki babak kedua, ceritanya berubah drastis. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-51 lewat gol David da Silva yang memanfaatkan bola rebound. Setelah itu, pertandingan seperti berjalan satu arah.
Gol kedua datang dari Septian David Maulana di menit ke-58, disusul Yakob Sayuri tiga menit kemudian. Skor 3-0 membuat Malut United semakin percaya diri, sementara PSBS mulai kehilangan ritme.
Tyronne menambah keunggulan di menit ke-70 dengan penyelesaian cerdik. David kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-79, sebelum Frets Butuan memperbesar keunggulan jadi 6-0 di akhir waktu normal.
Belum selesai sampai di situ, Septian menutup pesta gol lewat sepakan jarak jauh di masa injury time. Skor akhir 7-0 terasa seperti pernyataan tegas: Malut United benar-benar tampil superior.
Dampak ke Klasemen
Kemenangan telak ini membawa Malut United naik ke posisi empat klasemen dengan 49 poin. Sementara itu, PSBS masih tertahan di dasar klasemen dengan 18 poin.
Kadang sepak bola memang seperti ini—di babak pertama terlihat buntu, tapi begitu satu gol tercipta, semuanya bisa berubah cepat. Malut United membuktikan itu dengan cara yang sangat meyakinkan.
